radioaktif jepangTokyo, LiputanIslam.com — Seorang pria yang diduga mengendalikan dan mendaratkan drone pembawa bahan radioaktif di atap kantor Perdana Menteri Jepang telah ditangkap polisi Tokyo.

Seperti dilansir BBC News, Sabtu (25/4), Yasuo Yamamoto (40 tahun), melakukan aksi tersebut sebagai protes atas kebijakan pemerintah atas energi nuklir. Ia ditangkap setelah menyerahkan diri pada hari Jumat. Polisi menyebutkan.

Tidak ada yang terluka dalam insiden pendaratan drone tersebut, sementara PM Shinzo Abe tengah berada di luar negeri saat insiden terjadi.

Pendaratan drone tersebut menimbulkan kekhawatiran terjadinya serangan teroris yang menggunakan drone sebagai alatnya. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi modus baru serangan terorisme.

Dalam drone yang mendarat itu terdapat sejumlah kecil tanah yang mengandung radioaktif. Polisi mengatakan bahan radioaktif itu diduga caesium, namun kadarnya terlalu rendah untuk melukai manusia.

Jepang belum memiliki aturan yang mengatur penerbangan rendah kecuali larangan di wilayah sekitar bandara. Namun insiden ini menimbulkana pemikiran untuk menerapkana aturan baru seiring makin populernya drone.

Jepang telah menutup seluruh 48 fasilitas pembangkit energi nuklirnya setelah terjadinya gempa dan tsunami yang merusak pembangkit energi nuklir Fukushima tahun 2011.

Sebelumnya sekitar 30% energi Jepang dihasilkan dari energi nuklir.

Perdana Menteri Shinzo Abe telah berusaha membuka kembali reaktor-reaktor nuklir tersebut karena alasan ekonomi, namun publik masih mengkhawatirkan bahayanya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL