LiputanIslam.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menangkap perempuan berinisial IY yang diduga sebagai penyebar video ancaman penggal presiden Jokowi.

Perempuan penyebar video tersebut ditangkap di rumahnya di Grand Residence City Bekasi pada Rabu (15/5) pukul 11.00 WIB. Setelah menjalani proses pemeriksaan, IY ditetapkan sebagai tersangka perekam dan penyebar video ancaman penggal Kepala Presiden Jokowi.

“Pada saat ditangkap, IY mengakui bahwa perempuan dalam video tersebut benar adalah dirinya dan dia menyebarkan video tersebut via grup whatsapp,” tutur Komisaris Besar Argo Yuwono, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya.

Baca: Pria Pengancam Penggal Presiden Jokowi Terancam Hukuman Mati

Pengancam yang ada di dalam video tersebut bernama Hermawan Susanto (25 tahun) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap pihak kepolisian terlebih dahulu.

Video tersebut direkam saat aksi demontrasi di depan Gedung Bawaslu RI pada Jumat (10/5) lalu.

Hermawan Susanto ditangkap di Parung Bogor pada Minggu malam (12/5). Ia kini menjalani proses pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

Saat diperiksa, Hermawan mengaku dirinya sedang emosi ketika mengeluarkan kata-kata ancaman terhadap presiden ‘Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah’. Polisi pun berencana akan memeriksa saksi ahli untuk menganalisa gerak-gerik Hermawan saat mengancam Jokowi.

“Ada saksi ahli untuk melihat durasi dia mengucapkannya, bagaimana dia mengikuti kamera, dan sebagainya,” lanjut Argo.

Hermawan terancam Pasal 104 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan Pasal 27 ayat juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidana maksimal adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman selama 20 tahun. (Ay/Tempo/Kompas)

Baca: ‘Penggal Kepala’: dari Suriah hingga Indonesia

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*