Sumber: berita168.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap penyebar hoaks yang menyebutkan bahwa Kapolri Tito Karnavian membolehkan polisi menembak masyarakat pada aksi demo 22 Mei lalu. Tersangka FA (20) ditangkap di Srengseng Jakarta Barat pada 28 Mei, dan AH (24) diamankan aparat pada 29 Mei 2019.

“Diduga menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian dan permusuhan individu atau kelompok berdasarkan diskriminasi ras dan etnis serta penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat melalui Facebook,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Jakarta, pada Jumat (31/5).

Menurut Dedi, pelaku menyebarkan video pernyataan Kapolri yang telah diedit sehingga menimbulkan makna yang berbeda, yakni seolah-olah Kapolri membolehkan polisi menembak masyarakat.

Padahal dalam video aslinya yang diambil saat Kapolri dan Panglima TNI melakukan inspeksi pasukan pengamanan Pilpres lalu itu konteksnya adalah dalam rangka melindungi masyarakat dari berbagai ancaman.

“Dalam video aslinya tersebut Kapolri menanyakan kepada anggota Brimob, ‘Saya mau tanya, kalau di lapangan tiba-tiba ada orang bawa parang mau membunuh masyatakat, boleh ga ditembak?’, dijawab, ‘Siap, boleh Jenderal,” terang Dedi.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 51 jo Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) dan/atau 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Baca: Penyebar Hoaks Rumah Ibadah Diserang Massa Ditangkap Polisi

Sebelumnya, Kepolisian Resor Sorong Papua Barat juga telah menangkap MA (33) dengan kasus yang sama. Menurut Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Eddwar M Pandjaitan tersangka MA telah menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian pada Kapolri dan institusi negara. (aw/okezone/kompas).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*