arrestLahore, LiputanIslam.com — Setelah melakukan serangkaian penangkapan, polisi Pakistan akhirnya menangkap sejumlah tersangka lagi dalam kasus perajaman wanita hamil di Lahore, Pakistan tanggal 27 Mei lalu. Tersangka baru yang ditangkap termasuk 2 kakak kandung korban dan jumlah tersangka yang telah ditangkap mencapai 12 orang, termasuk ayah korban.

Farzana Parveen (25 tahun) dibunuh dengan cara dilempari dengan batu oleh keluarganya sendiri karena dianggap telah mencemarkan kehormatan keluarga dengan menikahi suami yang tidak direstui. Peristiwa keji tersebut berlangsung di luar pengadilan tinggi Lahore saat Farzana hendak mengikuti sidang pengadilan atas tuntutan keluarganya terhadap suaminya. Jumlah pelaku yang terlibat dalam pembunuhan tersebut mencapai 28 orang.

Kasus ini tidak saja menggemparkan Pakistan, namun juga menjadi perhatian masyarakat internasional.

Tidak lama setelah pembunuhan itu, polisi menangkap 5 orang tersangka termasuk ayah korban, paman, 2 saudara sepupu serta seorang pengemudi yang membawa keluarga tersebut ke Lahore.

Untuk menunjukkan keseriusannya akibat perhatian publik, polisi menjerat para tersangka dengan tuduhan kejahatan terorisme. Beberapa polisi juga harus menjalani pemeriksaan karena dianggap membiarkan terjadinya aksi kejahatan.

Komisi HAM Pakistan mencatat tahun lalu saja terjadi 869 kasus pembunuhan dengan motif “membela martabat keluarga” dan telah menjadi hal yang biasa di wilayah-wilayah pedesaan. Penduduk, termasuk polisi, biasa mengabaikan peristiwa-peristiwa tersebut karena dianggap sebagai urusan keluarga.

PBB sendiri memperkirakan jumlah wanita yang tewas karena motif sejenis di seluruh dunia mencapai 5.000 per-tahun. Para aktifis HAM memperkirakan angkanya mencapai 20.000 jiwa.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL