polisi swiss fifaZurich, LiputanIslam.com — Polisi Swiss menyita sejumlah barang bukti dari markas FIFA di Zurich, terkait dugaan adanya suap dalam penentapan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022.

Di antara barang bukti yang disita berasal dari ruang Ketua FIFA Sepp Blatter, demikian BBC melaporkan, Rabu petang (10/6). FIFA mengatakan pihaknya bekerja-sama penuh dengan kepolisian.

Kepolisian Swiss kini tengah menyelidiki dugaan suap dalam penetapan Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar, menyusul penyelidikan yang dilakukan kepolisian AS atas dugaan praktik-praktik suap dan korupsi di tubuh FIFA yang sudah berlangsung lama. Sampai saat ini 14 orang telah ditahan karena kedua kasus tersebut, 9 di antaranya adalah pejabat Komite Eksekutif FIFA yang masih aktif, sementara sebagian sisanya adalah mantan pejabat FIFA.

Sejauh ini pemerintah Rusia maupun Qatar telah membantah melakukan suap untuk mendapatkan hak sebagai tuan rumah turnamen paling bergengsi di dunia itu.

Data komputer yang berada di ruang Sekjen FIFA Jerome Valcke dan Direktur Keuangan FIFA Markus Kattner juga turut disita polisi Swiss.

Sementara itu Sekjend FIFA Jerome Valcke mengatakan bahwa karena masalah ini maka pengundian tuan rumah Piala Dunia 2026 ditunda sampai situasinya kondusif.

Blatter yang baru saja terpilih kembali sebagai Ketua FIFA mengumumkan pengunduran diri karena kasus ini, namun ia baru resmi diganti setelah pemilihan ketua baru yang digelar bulan Desember mendatang.

Hari Rabu (10/6) mantan pemain sepakbola terkenal Brazil, Zico mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua FIFA mendatang. Ia akan menjadi kandidat yang berasal dari luar FIFA setelah beredarnya sejumlah kandidat dari internal FIFA seperti Michael Platini dan Pangeran Ali.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL