skotland yardLondon, LiputanIslam.com — Polisi telah memeriksa seribu orang lebih dalam kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan kelompok elit Inggris bertahun-tahun lalu.

Situs Daily Mail melaporkan, Minggu (8/3) di antara figur publik yang diperiksa tersebut adalah anggota parlemen, mantan menteri dan mantan Wakil Ketua Komisi Eropa Lord Leon Brittan, serta Lord Bramall, mantan panglima perang Inggris.

Lord Brittan sendiri meninggal dunia tanggal 21 Januari lalu sehingga tidak bisa lagi menjalani pemeriksaan, namun spekulasi pun merebak bahwa politisi berdarah yahudi itu terlibat dalam jaringan elit pelaku pelecehan seksual.

Pimpinan biro penyidik Inggris Scotland Yard, Sir Bernard Hogan-Howe, mengakui orang-orang yang diperiksa itu meliputi terduga, korban dan saksi. Ia berjanji akan menindak lanjuti pengakuan para korban dan tidak mempedulikan siapapun yang terlibat.

Berbagai sumber menyebutkan, sekelompok elit penguasa Inggris memelihara kebiasaan pesta seks yang melibatkan anak-anak, terutama laki-laki. Di antara pelaku yang kemudian diketahui sebagai pelaku kebiasaan buruk itu adalah selebriti legendaris Jimmy Saville yang meninggal tahun 2011 lalu.

“Kami telah mewawancarai setidaknya seribu orang,” kata Sir Bernard dalam wawancara dengan LBC Radio, sebagaimana dilaporkan Daily Mail.

“Kami telah mendapatkan baik korban maupun tersangkanya yang tersebar di empat penjuru. Mereka tidak terkelompok seperti 30 tahun yang lalu. Namun kami akan langsung ke pokoknya sejauh memungkinkan,” tambahnya.

Kasus ini ‘meledak’ setelah anggota parlemen Tom Watson tahun 2012 lalu meminta polisi untuk memeriksa kembali ‘jaringan kuat paedophilis yang terkait dengan parlemen dan pemerintah’.

Sebelum laporan itu polisi menggeledah rumah Leon Brittan dan Lord Bramall. Detektif berpakaian sipil menggeledah rumah Brittan di Pimlico, London dan di North Yorkshire. Sementara dalam penggeledahan rumah Lord Bramall di Crondall, Hampshire di dekat kota garnisun Aldershot, polisi menyertakan kendaraan lapis baja.

Lord Bramall yang kini berusia 91 tahun adalah panglima perang Inggris hingga tahun 1985. Ia adalah seorang pahlawan dalam Perang Dunia II.

Penggedahan itu terjadi pada hari yang sama dengan penggedahan terhadap rumah politisi senior lainnya, Harvey Proctor (68 tahun). Proctor adalah politisi yang kariernya berhenti setelah terbongkarnya kasus serupa yang melibatkannya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*