imigran tunisia di peranacisParis, LiputanIslam.com — Polisi Perancis merampas 5 anak dari orang tuanya karena dugaan ayah kelima anak itu terlibat kelompok teroris ISIS di Suriah. Demikian kantor berita Iran Press TV melaporkan, Jumat (6/2).

Menurut keterangan Coalition against Racism and Islamophobia (CRI), polisi dan para pekerja sosial menyerbu rumah sebuah keluarga MUslim di kota Bourgoin di selatan Perancis saat mereka tengah berkemas untuk pindah tempat tinggal di Tunisia, negara asal sang ayah bernama Maher Mskani.

“Saya dibawa kantor polisi dan dilarang melihat anak-anak saya, meski salah seorang di antara mereka tengah sakit dan seorang di antaranya baru berumur 3 bulan dan butuh makanan,” kata Aicha Mskani, ibu dari kelima anak itu.

Mskani menambahkan bahwa ia telah mengatakan kepada polisi bahwa suaminya berada di Tunisia, namun mereka tidak percaya dan menuduh suaminya berada di Suriah sebagai anggota ISIL. Mereka menuduh keluarga itu akan pindah ke Suriah bersama ayah mereka.

Mengetahui kabar penangkapan itu, Maher pun langsung kembali ke Perancis. Ia menolak tuduhan akan bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah. Ia mengatakan niatnya pindah ke Tunisia agar bisa menjalankan ibadah dengan lebih baik.

“Saya tidak pernah punya pikiran sekilas pun untuk pindah ke Suriah. Yang saya inginkan adalah memindahkan keluarga saya menjauh dari Perancis dengan segala permasalahannya saat ini,” kata Maher menjelaskan.

Laporan itu tidak menjelaskan apakah keluarga itu telah berkumpul kembali dan mewujudkan niatnya untuk tinggal di Tunisia.

Sebelumnya pada bulan Januari lalu polisi juga menahan seorang bocah Muslim berumur 8 tahun di kota Nice karena mengabaikan peringatan serangan Charlie Hebdo dengan mengheningkan cipta.

Aksi-aksi Islamophobia semakin meningkat paska serangan terhadap kantor majalah satire Charlie Hebdo bulan lalu. Charlie Hebdo adalah majalan yang seringkali melecehkan umat Islam dengan gambar-gambar kartunnya. Namun banyak pengamat inteligen menganggap aksi tersebut sebagai sebuah operasi “bendera palsu” yang dilakukan unsur-unsur zionis untuk menciptakan permusuhan antara umat Islam dengan warga Perancis umumnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL