police-arrest-activists-sivens.siParis, LiputanIslam.com — Polisi menangkap 15 aktifis lingkungan hidup yang menggelar aksi demonstrasi dengan membangun perkemahan di lokasi proyek pembangunan bendungan Siven sejak tahun 2013.

Perdana Menteri Manuel Valls mengatakan bahwa pemerintah akan bertindak tegas terhadap siapapun yang “tidak menghormati aturan”, merujuk para demonstran itu sebagaiman dilansir kantor berita Russia Today, Sabtu (7/3).

Para aktifis yang dikenal dengan nama kelompok “Zadistes”, telah menduduki lokasi perkemahan itu sejak bulan Oktober 2013 dan menjadi berita internasional setelah seorang pemuda, Rémi Fraisse, tewas terkena granat kejut yang ditembakkan polisi bulan Oktober 2014. Kejadian itu memicu terjadinya aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh Perancis.

Polisi telah membersihkan lokasi itu dua kali, terakhir pada bulan Mei 2014. Namun para demonstran selalu kembali ke tempat itu.

Langkah ini terjadi setelah Dewan Wilayah Tarn yang membawahi kawasan itu setuju untuk mengubah bendungan tersebut menjadi berukuran lebih kecil, Jumat pagi (6/3). Keputusan ini diambil setelah munculnya rekomendasi dari tim independen pada Januari lalu yang merekomendasikan pengurangan ukuran bendungan yang akan dibangun. Namun hal ini justru memicu pertikaian antara para aktifis dengan para petani yang justru mendukung proyek itu.

Setelah keputusan Dewan Wilayah Tarn, sebagian aktifis meninggalkan perkemahan mereka. Namun pada Sabtu siang, ratusan polisi tiba di lokasi itu dan mengusir para aktifis dan menangkap 15 di antaranya. Selanjutnya polisi menghancurkan perkemahan tersebut dan menjaganya dari kemungkinan para aktifis kembali.

Para petani sangat mendukung proyek tersebut karena akan menjamin suplai air bagi lahan pertanian mereka. Namun para aktifis menentangnya karena dianggap membahayakan ekologi, terutama hancurnya beberapa hektar kawasan basah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*