fergusson rusuhSt Louis, LiputanIslam.com — Bentrokan kembali terjadi kota Ferguson, St Louis, AS, Senin (24/11) petang waktu setempat. Warga yang marah atas keputusan pembebasan polisi penembak remaja kulit hitam, menyerang polisi dan melakukan aksi perusakan.

Sejumlah tembakan terdengar sementera sejumlah mobil dan bangunan terbakar dalam aksi kerusuhan tersebut. POlisi menembakkan bom asap dan gas airmata untuk membubarkan demonstran. Aksi penjarahan juga dikabarkan terjadi.

Mengumumkan keputusan juri untuk membebaskan terdakwa, Kepala Kejaksaan Negara Bagian Missouri Robert McCulloch mengatakan bahwa para juri telah bekerja keras mempelajari bukti-bukti.

“Para juri telah mencurahkan hati dan jiwanya dalam proses pengadilan ini,” kata McCulloch seraya menyebut bahwa sebagian kesaksian tidak berdasarkan fakta dan simpang siur.

Darren Wilson, seorang polisi kulit putih, menembak mati remaja kulit hitam Michael Brown pada tanggal 9 Agustus lalu. Brown sebelumnya diduga telah melakukan aksi kejahatan sebelum ditembak setelah melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Namun beberapa saksi menyebutkan Brown ditembak saat sudah menyerah.

Insiden itu memicu terjadinya aksi-aksi kerusuhan di Ferguson, sebuah kota pinggiran di dekat St Louis, ibukota negara bagian Missouri, AS.

Menanggapi keputusan pembebasan Darren Wilson, keluarga Brown menyatakan kekecewaannya. Mereka menyatakan “kekecewaan yang mendalam karena pembunuh anak mereka tidak mendapatkan konsekuensi atas tindakannya”. Namun mereka menyerukan kepada warga untuk menghindari kekerasan.

Dikabarkan aksi-aksi protes juga terjadi di beberapa kota besar di AS seperti Los Angeles, Philadelphia dan  New York. Para demonstran di Oakland, California, bahkan memblokir jalan-jalan utama kota itu.

Sementara itu Presiden Barack Obama menyerukan kepada warganya untuk menerima keputusan pengadilan, dan bagi yang menolak dihimbau melakukan aksi protes dengan damai.

Pada hari Senin otoritas merilis lebih dari seribu halaman dokumen keputusan dewan juri. Di antaranya adalah pengakuan Wilson yang menyebutkan bahwa sebelum ditembak, Brown telah mendorongnya ke dalam mobil, memukul wajahnya dan berusaha merampas senjatanya.

Dewan juri terdiri dari 12 orang yang dipilih secara acak, 9 di antaranya kulit putih dan 3 kulit hitam. Untuk menjatuhkan hukuman dibutuhkan setidaknya 9 suara dari dewan juri.

Menjelang keputusan juri pada hari Senin, Gubernur Missouri Jay Nixon mengumumkan kondisi darurat di Ferguson dan memerintahkan 400 personil tentara untuk berjaga-jaga.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL