kura-kura indusKarachi, LiputanIslam.com — Otoritas Pakistan tengah melakukan penyidikan atas ditemukannya hampir 2 ton daging kura-kura selundupan di pelabuhan Karachi. Demikian Press TV melaporkan, Jumat (6/3).

“Ini adalah pengiriman terbesar daging kura-kura yang berhasil ditangkap sepanjang sejarah kepabeanan,” kata pejabat senior bea-cukai Pakistan Irfan Javed, kepada kantor berita AFP, Jumat.

Dalam operasi yang berlangsung minggu lalu itu para petugas bea-cukai menggagalkan pengiriman 1.900 kg daging kura-kura yang disamarkan sebagai daging ikan, yang hendak dikirimkan ke Hongkong, setelah petugas mencurigai pengiriman itu dan melakukan pemeriksaan.

Javed mengatakan bahwa daging-daging itu dalam kondisi kering yang berasal dari 4.200 ekor kura-kura dan diperkirakan bernilai $6 juta, atau hampir Rp80 miliar di pasar internasional.

Pengirim daging tersebut adalah sebuah perusahaan di Karachi dengan pembelinya perusahaan importir yang berbasis di Hongkong.

Petugas bea cukai bersama World Wildlife Fund (WWF) telah mendaftarkan kasus ini di bawah hukum pidana dan lingkungan hidup, tambah Javed. Pihaknya juga telah mengirimkan sampel daging untuk diperiksa tentang jenis kura-kura tersebut. Otoritas keamanan juga melakukan pencarian terhadap para pelaku.

Pada bulan Juni 2014, sekitar 200 ekor kura-kura bintik hitam yang dianggap binatang yang terancam diselundupkan dari Pakistan ke Cina untuk ditempatkan di Suaka Alam Taxkorgan di Xinjiang, Cina. Petugas mengembalikan kura-kura itu ke Sungai Indus sebagai habitat alaminya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*