Abuja, LiputanIslam.com–Polisi Nigeria menewaskan dua pendukung Sheikh Ibrahim al-Zakzaky yang sedang ditahan. Mereka menuntut pembebasan sang ulama di ibukota Nigeria, Abuja, seperti dilaporkan oleh Gerakan Islam di Nigeria (IMN).

Kedua korban yang merupakan anggota IMN, ditembak mati di depan gedung parlemen Nigeria pada Selasa (9/7) lalu.

Penembakan terjadi di saat aksi demonstrasi. Sekelompok demonstran berusaha masuk ke gedung parlemen untuk menuntuk pembebasan Sheikh Zalzaky.

“Pasukan keamanan … membawa  pergi laporan [penuntutan] kami dan menyerahkannya kepada legislator. Namun, mungkin mereka menolak untuk memberi tahu legislator, atau legislator yang menolak untuk merespon. Jadi, kami memutuskan untuk masuk dan menyerahkannya sendiri,” kata seorang pengunjuk rasa.

“Tetapi mereka menghentikan kami [untuk masuk] dan mulai menyemprotkan gas air mata dan menembakkan peluru hidup secara sporadis. Saya melihat lebih dari tiga orang pingsan,” tuturnya.

Menurut sejumlah organisasi HAM, pasukan keamanan Nigeria telah  membunuh sedikitnya 400 anggota IMN selama empat tahun terakhir.

Pemimpin IMN, Sheikh Zakzaky yang kini berusia 60-an telah kehilangan penglihatan kirinya dalam serangan tahun 2015 oleh pasukan keamanan yang menewaskan lebih dari 300 pengikutnya. Tiga putranya tewas dan istrinya menderita luka serius.

Komisi Hak Asasi Manusia Islam (IHRC), yang berbasis di London, melaporkan pada awal pekan ini bahwa kondisi kesehatan sang ulama semakin memburuk karena dugaan peracunan di dalam penjara.

Putra Zakzaky, Mohammad, mengatakan kepada Press TV pada hari Sabtu (6/7) bahwa ayahnya sangat membutuhkan perawatan medis. “Sejumlah besar timah dan kadmium ditemukan di dalam darahnya,” katanya. Dia pun menuding bahwa pihak berwenang berencana membunuh ayahnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*