Rakhine, LiputanIslam.com—Empat warga Muslim Rohingya ditembak oleh polisi Myanmar hingga mengalami luka-luka di sebuah kamp di Rakhine state.

Dua korban yang terluka berada dalam kondisi kritis, seperti dilaporkan oleh sejumlah saksi.

Peristiwa ini terjadi di kamp Ah Nauk Ye, yang terletak sekitar 15 kilometer dari Sittwe, ibukota Rakhine, pada Minggu (18/11/18).

“Orang-orang dari kamp keluar dan polisi menembak ke mereka,” kata salah satu warga bernama Maung Maung Aye (27), seperti dikutip oleh Reuters.

Pada hari itu, sekitar 20 polisi memasuki daerah kamp dan menangkap dua pria Rohingya yang dituduh memiliki sebuah kapal yang digunakan untuk menyelundupkan 106 warga Rohingya keluar dari negara.

Penyelidik Myanmar, Than Htay, menjustifikasi penembakan ini dengan mengatakan bahwa warga Rohingya mengepung para polisi dengan pedang dan melemparkan bebatuan.

“Saya dengar bahwa orang-orang Bengali dari kamp itu mencoba menarik para tahanan dari polisi dan polisi harus menembak sebagai peringatan. Saya dengar beberapa Bengali terluka, tapi saya tidak tahu detilnya,” tutur Htay.

Myanmar tidak mengakui Rohingya sebagai kelompok etnis pribumi dan alih-alih memanggil mereka “Bengali,” yaitu orang-orang yang berasal dari Bangladesh.

Bertolak belakang dari ucapan Htay, para saksi mengatakan bahwa warga Rohingya tidak menyerang polisi. Mereka juga mengaku menyaksikan polisi menembak ke arah para penduduk, bukan ke udara sebagai tembakan peringatan. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*