walikota igualaMexico City, LiputanIslam.com — Polisi Mexico mengumuman penangkapan walikota Iguala yang diduga kuat terlibat dalam aksi penculikan terhadap 43 pelajar sekolah keguruan tanggal 26 September lalu. ke-43 pelajar itu hingga kini masih belum ditemukan dan diduga kuat telah terbunuh.

Jose Luis Abarca, sang walikota, saat ini telah ditahan di Mexico City, demikian laporan BBC News, Selasa (4/11), mengutip keterangan polisi.

Otoritas Mexico mayakini Abarca menjadi dalang penculikan dengan menyerahkan para pelajar tersebut kepada kelompok kriminal lokal yang memiliki hubungan dekat dengan para pejabat dan aparat kepolisian setempat.

Para saksi mengatakan, para pelajar itu dibawa dengan kendaraan polisi setelah terlibat aksi demonstrasi menentang kabijakan tidak adil terhadap para guru oleh pemerintah lokal.

Pemerintah telah mengerahkan ribuan aparat kepolisian dan tentara untuk mencari keberadaan ke-43 pelajar itu. Ratusan sukarelawan juga telah memberikan bantuannya untuk menemukan ke-43 pelajar itu. Namun sejauh ini nihil.

Polisi telah menemukan dan membongkar beberapa kuburan massal yang diduga sebagai tempat peristirahatan terakhir ke-43 pelajar itu. Namun bukti-bukti forensik mementahkan harapan itu.

Jubir kepolisian federal Mexico Jose Ramon Salinas membenarkan penangkapan Abarca dan istrinya Maria de los Angeles Pineda melalui “kicauan”-nya di Twitter.

Kejaksaan Agung Mexico telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Walikota Abarca beserta istrinya Pineda serta kepala kepolisian Iguala, setelah beberapa polisi yang ditangkap karena dugaan keterlibatan dalam kasus itu, mengakui telah menerima perintah dari walikota untuk menangkap para pelajar yang tengah berdemonstrasi karena khawatir akan mengganggu acara yang digelar istri walikota.

Polisi menangkap Abarca dan istrinya di sebuah flat yang mereka sewa di Mexico City, tanpa perlawanan. Kini penyidik telah menahannya untuk proses penyidikan dengan harapan besar, pengakuannya akan membuka tabir keberadaan para pelajar yang hilang.

Selain ke-43 pelajar yang hilang itu, polisi juga menembak mati 6 orang lainnya dalam aksi demonstrasi para pelajar tanggal 26 September lalu. Aparat keamanan telah menahan lebih dari 50 orang terkait dengan peristiwa itu, sebagian besar polisi dan anggota kelompok kriminal Guerrero Unidos.

Menurut keterangan polisi yang ditangkap, mereka menyerahkan para pelajar yang ditahan kepada kelompok kriminal Guerrero Unidos atas perintah walikota.

Pimpinan kelompok itu, yang juga telah ditangkap, mengaku telah memerintahkan agar para pelajar itu “dihilangkan”, karena mencurigai mereka sebagai anggota kelompok kriminal saingannya. Namun ia mengaku tidak mengetahui keberadaan mereka selanjutnya. Ia juga mengaku bahwa istri walikota adalah “operator utama kegiatan kriminal di Iguala”.

Akibat kasus ini Gubernur negara bagian Guerrero, dimana kota Iguala terletak, telah mengundurkan diri setelah warga yang marah membakar kantornya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL