Sumber Foto: Sindonews

Jakarta, LiputanIslam. Com—Jubir PA 212, Novel Bamukmin,  menyatakan bahwa Rabu besok adalah Puncak aksi yang akan digelar oleh PA 212.

Terkait aksi tersebut,  Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, menyampaikan bahwa aparat keamanan telah mempersiapkan antisipasi untuk situasi terburuk menjelang diputuskannya hasil sengketa Pilpres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurutnya, sebanyak 47 ribu personel TNI dan Polri akan disiagakan di semua titik strategis di Jakarta. Ia mengaku kesiapan ini dilakukan untuk mencegah berpulangnya kerusuhan pada akhir Mei lalu. Seperti yang diketahui sebelumnya,  aksi 21-22 Mei lalu telah merenggut nyawa 9 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Baca: Jadwal Putusan Sidang MK Terkait Pilpres Dipercepat, Ini Reaksi Kubu 02

“Kita menyiapkan rencana pengamanan (menjelang putusan MK). Polri itu menyiapkan (untuk) situasi yang terburuk,” ujar Gatot usai Millenial Road Safety dan Festival Damai di Monas, Jakarta, Minggu (23/6).

Sampai saat ini, pihak kepolisian belum menerima pengajuan izin pengerahan massa yang akan digelar di dekat Gedung MK. Melalui media sosial beredar poster ajakan aksi massa bertajuk Halalbihalal Akbar 212 pada 25 hingga 28 Juni di dekat Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) dan Monas, Jakarta Pusat.

Namun,  Kapolri Tito,  telah memberikan instruksi kepada kapolda Metro untuk tidak menerima izin aksi apapun di depan gedung MK.

Tito menjelaskan,  alasan pelarangan tersebut didasarkan atas UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.  Di dalam Pasal 6 UU,  menurut Tito,  ada lima unjuk rasa yang tidak boleh dilakukan.  Di antaranya adalah tidak boleh mengganggu ketertiban umum,  publik,  dan tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain,  serta harus menjaga kesatuan bangsa. (Ay/Tempo/Viva)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*