model estoniaJohorbaru, LiputanIslam.com — Polisi Johorbaru Malaysia harus menunggu sampai waktu yang tidak diketahui untuk memutuskan langkah selanjutnya atas kasus pembunuhan seorang model asal Estonia, Regina Soosalu, yang diduga melibatkan keluarga kerajaan.

Sebagaimana dilaporkan “straits times”, Sabtu (12/7), wakil kepala polisi negara bagian Johor Datuk Hasnan Hassan mengatakan polisi kini tengah memeriksa 7 orang, termasuk Tengku Alang Reza Ibrahim yang merupakan teman dekat Soosalu.

“Kami harus menunggu semua hasil tes laboratorium sebelum memastikan langkah selanjutnya. Kami juga menyelidiki apakah mereka positif menggunakan obat-obatan,” kata Hassan.

Namun Hasnan menolak berkomentar tentang kabar keinginan polisi mengadakan otopsi ulang atas jenasah Soosalu. Jenasah Soosalu baru akan dikembalikan kepada keluarganya setelah penyelidikan selesai.

Regina Soosalu ditemukan tewas di pinggir pantai kawasan wisata Pulau Rawa, 1 Juli lalu. Awalnya ia diperkirakan tewas akibat tenggelam. Namun kemudian ia dinyatakan sebagai korban pembunuhan setelah ditemukan beberapa luka mencurigakan di tubuhnya.

Seorang teman dekat Soosalu mengatakan korban telah menjadi korban penggunaan obat-obatan beberapa bulan sebelum tewas berdasarkan tubuhnya yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya.

Selain itu juga ada laporan pengadilan yang menyebutkan bahwa Soosalu dan pacarnya, Tengku Alang Reza, yang tidak lain adalah anggota kerajaan, pernah tersangkut kasus kepemilikan obat-obatan terlarang bulan Januari lalu. Mereka dibebaskan dengan uang jaminan sebesar 7.000 ringgit (sekitar Rp30 juta) dan kasusnya menghilang begitu saja sejak Mei lalu.

“Saya sebenarnya khawatir, namun ia di sana (Pulau Rawa) bersama pacarnya, jadi saya pikir ia akan baik-baik saja,” kata sahabat Soosalu yang tidak bersedia disebutkan namanya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL