Indian security personnel inspect the debris of the houses that were burnt during attacks at Baksa districtNew Delhi, LiputanIslam.com — Polisi India telah menangkap 39 anggota kelompok separatis yang dianggap bertanggungjawab dalam aksi kekerasan di negara bagian Assam bulan lalu.

Seperti dilasir BBC News, Selasa (12/1) petang, ke-39 orang itu adalah anggota kelompok National Democratic Front of Bodoland (NDFB) yang telah membunuh 70 orang dalam aksi kekerasan itu.

NDFB menghendaki kemerdekaan warga keturunan Bodo di negara bagian Assam, dari kekuasaan India. Serangan tersebut terjadi di wilayah dihuni warga non-Bodo.

Polisi senior Assam, LR Bishnoi, mengatakan kepada wartawan bahwa 12 anggota NDFB, termasuk beberapa pemimpinnya, ditangkap polisi, Ahad (11/1) hingga keseluruhan yang ditangkap mencapai 39 orang.

Penangkapan hari Minggu ini terjadi setelah aparat keamanan menggelar operasi keamanan selama 3 hari di kawasan berhutan-hutan yang berdekatan dengan taman nasional Chirang yang berbatasan dengan negara Bhutan.

Bishnoi mengatakan bahwa polisi juga telah membunuh seorang pemimpin kelompok itu dalam tembak-menembak hari Sabtu (10/1). Polisi menahan sejumlah senjata dan amunisi, tambahnya.

Pada tanggal 23 Desember lalu kelompok separatis Bodo menyerang desa-desa di Distrik Sonitpur dan Kokrajhar membunuhi warga yang bekerja di perkebunan-perkebunan teh. Ratusan orang yang selamat meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di sekolah-sekolah dan rumah ibadah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*