APTOPIX Hong Kong China TensionHongkong, LiputanIslam.com — Polisi Hongkong menahan 19 aktifis yang dituduh terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi menentang keputusan Cina tentang pemilihan umum mendatang.

Seperti dilaporkan RIA Novosti, Selasa (2/9) petang, dengan mengutip keterangan polisi, para akfitis itu ditahan setelah berusaha mendobrak barisan polisi dan menyingkirkan rintangan yang dipasang polisi.

Sebelumnya, hari Senin (1/9) ratusan demonstran yang diorganisir para aktifis melakukan aksi duduk di depan Hotel Grand Hyatt, dimana Li Fei, wakil dari Kongres Rakyat Cina (MPR) menginap. Fei diutus untuk menjelaskan tentang keputusan Cina membentuk lembaga pemilihan kandidat dalam pemilihan Kepala Eksekutif (gubernur) mendatang.

Pemilihan Kepala Eskekutif mendatang akan digelar tahun 2017 dan menjadi yang pertama dimana rakyat Hongkong dilibatkan langsung dalam menentukan pemimpinnya. Namun sebelumnya pada kandidat harus lolos seleksi sebuah lembaga pemilihan kandidat yang dicurigai menjadi alat kepentingan pemeritahan pusat di Beijing.

Chan Kin-man, salah seorang pendiri gerakan Occupy Central, menyebut langkah pemerintahan Beijing sebagai “demokrasi pura-pura”.

“Sangat tidak realistis jika menyangka aksi-aksi kami bisa mengubah keputusan Beijing,” katanya kepada AFP.

Namun demikian, ia menyatakan akan terus melakukan aksi-aksi menentang pemerintah.

Hong Kong yang bergabung dengan Cina tanggal 1 Juli  1997, diperintah oleh sistem “1 negara, 2 sistem”. Berbeda dengan wilayah lain di Cina, warga Hongkong memiliki kebebasan penuh kecuali dalam hal hubungan luar negeri dan pertahanan.

Kepala Ekskutif HOngkong saat ini, Leung Chun-Ying, terpilih tahun lalu oleh komisi pemilihan yang beranggotakan 1.200 orang. Komisi inilah yang akan menjadi lembaga pemilihan kandidat mendatang. Leung menyatakan dukungannya atas keputusan pemerintah Cina tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL