polisi hongkong beraksiHongkong, LiputanIslam.com — Polisi Hongkong hari Kamis (11/12) mulai melakukan pembersihan barikade dan tenda-tenda demonstran di lokasi utama demonstrasi, setelah 2 bulan lebih aksi demonstrasi digelar menuntut demokrasi lebih luas di Hongkong.

Pemerintah Hongkong sebelumnya telah memerintahkan demonstran untuk pergi menyusul perintah pengadilan untuk membersihkan jalan-jalan yang diduduki para demonstran, namun peringatan itu tidak digubris demonstran.

Sebagaimana laporan BBC News, tidak ada bentrokan dalam aksi pembersihan itu, sementara polisi mengancam akan menangkap demonstran yang menghalang-halangi tindakan polisi.

Polisi sudah berkumpul di kawasan perkantoran pemerintah Admiralty sejak pagi, dalam apa yang disebut sebagai tindakan terakhir untuk mengakhiri aksi demonstrasi yang telah mengganggu banyak aktifitas bisnis dan ekonomi warga Hongkong.

“Setelah setengah jam dari sekarang polisi akan menutup area ini….. Jika ada yang menolak pergi polisi akan bertindak untuk membubarkannya atau menangkapnya,” kata pejabat polisi Kwok Pak-chung sebelum pembersihan dimulai.

Sebelumnya para petugas pengadilan membacakan keputusan pengadilan tentang perintah pembersihan dan memperingatkan demonstran untuk pergi. Selanjutnya dengan kawalan polisi, petugas pengadilan dan pekerja mulai melakukan pembersihan.

Polisi menargetkan pembersihan akan selesai sepenuhnya pada Kamis malam.

Jubir kepolisian Hongkong Cheung Tak-keung mengatakan kepada BBC bahwa setelah kawasan Admiralty, polisi akan melanjutkan pembersihan di kawasan Causeway Bay “pada waktu yang tepat”. Di tempat terakhir ini masih terdapat sekitar 20 demonstran yang bertahan sejauh ini. Demikian South China Morning Post melaporkan.

Pemimpin pelajar yang aktif melakukan demonstrasi, Joshua Wong, mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha tetap tinggal, namun tidak akan melakukan perlawanan. Ia juga menyebut bahwa perlawanan masih belum berakhir.

“Jika pemerintah menggunakan polisi untuk membersihan, jangan lupa bahwa pembersihan tidak akan memecahkan masalah politik,” katanya.

Namun bagaimana pun sebagian demonstran telah mengepak tendanya dan pergi sebelum polisi datang.

“Pekerjaan saya akan sulit jika nama saya tercatat oleh polisi,” kata seorang demonstran yang pergi kepada BBC.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL