barikade hongkongHongkong, LiputanIslam.com — Polisi Hongkong membersihkan barikade yang dibangun oleh para demonstran, Selasa (18/11).

Sebagaimana dilaporkan BBC News, petugas pengadilan yang dikawal polisi membersihkan sebagian perkemahan demonstran di kawasan Admiralty yang menjadi pusat pemerintahan Hongkong. Mereka juga membongkar barikade di depan Citic Tower setelah pemilik gedung itu mengeluhkan aksi-aksi demonstransi.

Para mahasiswa tidak melakukan perlawanan atas pembongkaran itu, bahkan sebagian membantu membersihkan pagar-pagar dan tenda-tenda.

Pengadilan juga telah memerintahkan pembersihan tenda-tenda dan barikade demonstran di kawasan bisnis Mong Kok. Lokasi demonstrasi lainnya yang lebih kecil terjadi di kawasan Causeway Bay.

Aksi-aksi demonstrasi telah berlangsung selama lebih dari 6 minggu. Namun jumlah demonstran terus menurun dari waktu ke waktu, dari awalnya mencapai puluhan ribu, kini jumlahnya hanya beberapa ratus orang.

Pemerintah Cina dan HOngkong menganggap aksi-aksi demonstrasi sebagai aksi ilegal, sementara sebagian warga Hongkong, baik masyarakat umum maupun kalangan usaha juga merasa terganggu dengan demonstrasi itu.

Beberapa mahasiswa yang berada di kawasan Admiralty mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak akan melawan pembersihan kamp demonstrasi mereka. Namun mereka berjanji akan tetap tinggal di jalanan sampai tuntutan mereka terpenuhi.

Sementara itu sebuah upaya pembersihan di terowongan dekat Admiralty mendapatkan protes para demonstran setelah polisi dianggap telah menggunakan kekerasan berlebihan.

Akhir pekan lalu 3 pemimpin demonstran yang diiringi oleh ratusan pendukungnya ditolak saat akan terbang ke Beijing untuk menemui Perdana Menteri Li Keqiang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL