ANTI-TERROR DRILL-1Washington DC, LiputanIslam.com — Aktifis kemanusiaan AS menuduh kepolisian federal dan lembaga-lembaga penegak hukum AS lainnya melakukan rekayasa ancaman terorisme yang justru mendukung eksistensi teroris daripada memberantasnya.

Hal itu dikatakan Paul Larudee, aktifis kelompok International Solidarity Movement yang juga pendiri Free Gaza Movement serta Free Palestine Movement, kepada Press TV, Jumat (10/7).

“Mereka melakukannya untuk menimbulkan ketakutan rakyat Amerika,” kata Paul Larudee.

Hal itu menanggapi pernyataan kepolisian federal FBI hari Kamis (9/7) yang menyebutkan pihaknya berhasil menggagalkan rencana serangan teroris pada tanggal 4 Juli.

Direktur FBI James Comey mengatakan bahwa lebih dari 10 orang ditangkap sebelum melakukan serangan pada Hari Kemerdekaan. Mereka adalah anggota ISIS yang direkrut melalui jaringan online.

“Kita tidak memiliki bukti bahwa FBI melakukan tugasnya. Mereka ingin mengatakan bahwa mereka telah bekerja dengan baik dengan mencegah serangan-serangan teroris. Ini tidak membuktikan apapun. Nonsen!” kata Larudee.

“FBI telah terbukti bisa merekayasa peristiwa apapun. Jadi, dalam hal ini mereka bisa merekayasa ancaman serangan. Mereka mengingatkan adanya ancaman serangan, dan kemudian ternyata tidak ada serangan. Jadi apa yang dibuktikan?” katanya lagi.

“Bagi FBI, inteligen militer dan CIA, dan lebih dari itu National Security Agency (NSA), merekayasa ancaman terhadap negara dana rakyat AS, itulah yang mereka lakukan,” katanya lagi.

“Mereka melakukannya untuk membuat ketakutan rakyat Amerika. Mereka tidak peduli dengan rakyat negara-negara lainnya. Mereka menciptakan ketakutan karena ketakutan berarti membuat mereka percaya pada pemerintah,” tambahnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL