cctvBeijing, LiputanIslam.com — Presenter televisi terkenal Cina ditangkap polisi karena dugaan keterlibatannya dalam tindakan korupsi. Ia ditangkap beberapa saat sebelum menunaikan tugasnya.

Media-media Cina sebagaimana dikutip CNN hari Senin (14/7) melaporkan, Rui Chenggang, presenter acara “Economic News” di China Central Television (CCTV), ditangkap polisi Jumat malam (11/7). Akibatnya acara televisi yang dianggap prestisius itu hanya dibawakan oleh presenter pendamping.

Spekulasi mengenai “nasib” Rui mulai merebak bulan lalu setelah ditangkapnya Guo Zhenxi, pimpinan televisi milik pemerintah CCTV, dengan tuduhan menerima suap. Beberapa pejabat CCTV juga ditangkap. Rui sendiri dianggap memiliki hubungan dekat dengan Guo,

Rui (37 tahun) telah membantah menjalani penyelidikan terkait kasus mantan bosnya. Ia menulis di akun media sosial populer di Cina, Sina Weibo, bahwa “waktu akan membersihkan namanya”. Di jejaring sosial itu Rui memiliki 10 juta pengikut.

Media-media pemerintah Cina, mengutip pernyataan sumber-sumber internal CCTV hari Sabtu (12/7) melaporkan bahwa penangkapan Rui adalah terkait dengan kasus Guo di samping kasusnya sendiri yang dianggap telah memperkaya diri dengan menggunakan asset-asset CCTV.

Rui, yang terkenal dengan gaya pakaiannya dan mobil sportnya yang mewah memiliki pengikut terbanyak di jejaring sosial daripada presenter-presenter lainnya. Oleh pemujanya ia dijuluki sebagai “wajah Cina baru”.

Biodata di CCTV menunjukkan bahwa ia telah mewawancarai ratusan pebisnis dan tokoh politik di seluruh dunia. “New York Times” pernah menulis profilnya dan sebuah film komedi terkenal “The Daily Show with Jon Stewart” pernah menampilkannya dalam satu episode.

Kemampuan bahasa Inggrisnya membuatnya diterima bekerja di CCTV meja internasional, namun kariernya melonjak di bawah pengaruh Guo setelah ia bergabung dengan meja berita finansial tahun 2008.

Penangkapan Rui merupakan bagian kecil dari pembersihan besar-besaran yang dilakukan partai komunis Cina terhadap pejabat-pejabat pemerintah sipil maupun militer yang korup. Pada tahun 2013 saja sebanyak 182 pejabat menerima sanksi, 23.000 di antaranya sampai di bawa ke pengadilan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL