polisi india bentrokNew Delhi, LiputanIslam.com — Polisi bentrok dengan ribuan pendukung seorang pemimpin Hindu yang kontroversial di Haryana, India utara, Senin (17/11).

Rampal, pemimpin Hindu berusia 63 tahun itu menjadi terdakwa kasus pembunuhan yang terjadi tahun 2006. Selama ini ia bebas dengan jaminan atas kasusnya itu. Namun otoritas memerintahkan penangkapan atasnya setelah berulangkali menolak hadir di pengadilan.

Dalam upaya penangkapan hari Senin, polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan ribuan pendukung Rampal yang berkumpul di depan Ashram (padepokan) Rampal di kota Barwala. Mereka membentuk barikade hidup untuk menghalang-halangi polisi yang hendak menangkap Rampal. Ketika situasi kacau balau, para pendukung Rampal melempari petugas dengan batu, bom api dan benda-benda keras lainnya. Beberapa pendukung Rampal diketahui juga telah melepaskan tembakan ke arah polisi.

“Kami telah memutuskan aliran listrik dan air ke asrama itu. Strategi kami adalah membawa keluar Baba (Rampal) dan menyelamatkan orang-orang di dalamnya,” kata Kepala Polisi Haryana Vashisth kepada wartawan.

Vashisth menuduh Rampal menggunakan wanita dan anak-anak sebagai tameng hidupnya. Ia juga bertekad menangkap Rampal hidup-hidup, namun tidak memastikan berapa lama operasi penangkapan itu berlangsung.

“Saya tidak bisa mengatakan kapan operasi ini akan berakhir. Mungkin hari ini atau besok. Kami akan menghentikan operasi ini setelah menangkap Rampal,” tambahya lagi, sebagaimana dilaporkan BBC News, Selasa (18/11) petang.

Menurut informasi dari situs resminya, Rampal memulai hidupnya sebagai insinyur muda di departemen irigasi di Haryana, setelah menyelesaikan diplomanya di sekolah tinggi teknik. Lahir dari keluarga petani, Rampal telah memiliki “bakat” sebagai “orang suci” atau Guru atau Baba, dalam bahasa India.

Ia mulai memberikan pelajaran-pelajaran spiritual pada tahun 1994. Setelah pengikutnya semakin banyak ia membangun Padepokan Satlok pada tahun 1999. Sejak itu, ia pun keluar dari pekerjaannya di pemerintahan.

Rampal kini memiliki puluhan ribu pengikut di beberapa negara bagian di India. Ajaran-ajarannya di antaranya adalah berpuasa, menghindari rokok, alkohol, candu, daging, telur, dan kejahatan-kejahatan sosial seperti penyembahan idola.

Rampal mengakui ribuan orang telah berhasil disembuhkannya dari penyakit jiwa dan penyakit-penyakit sosial lainnya. “Keluarga-keluarga terpecah, kembali bersatu,” tulis Rampal dalam situsnya.

Rampal juga menyebut beberapa kasus hukum yang menjeratnya, seperti perampasan tanah, konflik dengan beberapa pengikutnya, serta pembunuhan terhadap di Padepokan Rohtak yang kini tengah diproses pengadilan. Ia membantah semua tuduhan dan dakwaan atas dirinya dalam kasus-kasus itu.

Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana telah menetapkan batas waktu hari Senin (17/11) bagi Rampal untuk hadir di persidangan.

Selama ini pengacara-pengacara Rampal mengatakan kliennya tidak cukup sehat untuk menempuh perjalanan sejauh 250 km ke pengadilan di Chandigarh, yang menjadi ibukota bagi kedua negara bagian itu.

Para hakim telah mengkritik pemerintah (polisi, jaksa dan pejabat sipil) karena kegagalan menghadirkan Rampal dalam persidangan dan memberi batas waktu baru sampai hari Jumat (21/11).

Sampai saat ini BBC belum melaporkan apakah Rampal telah berhasil ditangkap.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL