demo brazilBrazilia, LiputanIslam.com — Bentrokan terjadi di kota Sao Paolo, Brazil, Jumat kemarin (4/12), ketika polisi berusaha membubarkan aksi demonstran anti-reformasi pendidikan oleh pemerintah Brazil.

Polisi menembakkan gas air mata dan bom asap ke arah demonstran yang sebagian besar adalah pelajar, mahasiswa dan guru. Demikian laporan Press TV, Sabtu (5/12).

Berdasar proposal yang diajukan Gubernur Negara Bagian Sao Paolo Geraldo Alckmin, sebanyak 94 sekolah pemerintah akan ditutup dan 300.000 akan direlokasi demi penghematan anggaran pemerintah. Selanjutnya sekolah-sekolah yang ditutup akan dijual atau digunakan untuk keperluan lain.

Para pengamat pendidikan menganggap rencana itu, yang ditujukan terhadap kota-kota besar Brazil justru akan menambah persoalan mengingat bahwa sekolah-sekolah selama ini telah terlalu padat.

Menyusul terjadinya kerusuhan itu otoritas hukum memerintahkan penundaan pelaksanaan program ‘reformasi’ tersebut hingga tahun depan. Camila Lanes, pemimpin organisasi pelajar Brazil mengatakan bahwa penundaan itu adalah sebuah kemenangan. Namun ia mengingatkan untuk menanggapi hal itu dengan hati-hati.

“Penundaan bukan berarti pembatalan. Kami akan terus berusaha mengorganisir gerakan hingga kebenaran ditegakkan,” katanya.

Sejak rencana itu diumumkan pada bulan November lalu para pelajar dan mahasiswa telah mengadakan sejumlah aksi demonstrasi yang sebagian di antaranya diwarnai dengan kerusuhan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL