Brussels-attacks3Brussels, LiputanIslam.com — Polisi Belgia menangkap seorang lagi tersangka serangan bom Brussels dan menjadikan jumlah yang ditangkap menjadi sembilan orang.

Seperti dilansir Antara hari ini (26/3), polisi Belgia menangkap tersangka yang membawa koper diduga berisi penuh bahan peledak pada hari Jumat waktu setempat dalam operasi perburuan para pelaku pemboman Brussel yang terjadi Selasa lalu (22/03).

Seorang tersangka berhasil ditangkap setelah polisi menembak kakinya dalam operasi itu, menurut Reuters dalam laporannya Jumat (Sabtu dinihari WIB).

Kantor Jaksa Federal mengatakan penangkapan itu merupakan salah satu dari tiga penangkapan di Brussel pada hari Jumat terkait dengan penangkapan satu tersangka, yang pernah dihukum di Belgia tahun lalu, di Paris hari sebelumnya, yang diduga kuat merencanakan serangan baru.

Total sudah sembilan orang ditangkap sejak hari Kamis di Belgia dan dua di Jerman, ketika otoritas Eropa menyerbu militan yang menghubungkan dua serangan, di Brussel yang menewaskan 31 orang dan serangan Paris pada November lalu yang merenggut 130 nyawa.

Polisi bersenjata dan pasukan dengan truk mengepung daerah sekitar persimpangan besar di Brussel, Schaerbeek. Tiga ledakan terdengar, yang oleh walikota setempat Bernard Clerfayt dikatakan ledakan, ledakan terkontrol.

Lembaga penyiaran publik Belgia RTBF mengutip Clerfayt mengatakan, tersangka ditahan setelah terluka dan ia terkait dengan bom bunuh diri di Brussel. Tersangka ditemukan dengan sebuah koper berisi penuh bahan peledak.

Seorang saksi mengatakan, polisi telah menembak pria itu di kaki di halte trem setelah ia menolak menuruti peringatan polisi. Seorang saksi kepada RTBF mengatakan pria itu bersama seorang gadis berusia sekitar delapan tahun.

Video di lokasi kejadian menunjukkan seorang pria berbaring miring, sementara sebuah robot penjinak bom mendekati orang yang terluka itu, dan memeriksa bahan peledak, demikian Reuters melaporkan.

Salahkan polisi
Menteri Dalam Negeri Belgia Jan Jambon menyalahkan polisi karena lalai setelah gagal menjejak militan ISIS yang diusir Turki tahun lalu, yang meledakkan diri di bandara Brussels Selasa lalu.

Jan Jambon yang mengajukan pengunduran diri hari Kamis lalu menyatakan, kendati dia mengambil tanggung jawab atas terjadinya teror itu, namun dia menyatakan seseorang telah lalai dan tidak cukup proaktif.

“Seseorang dalam aparatur kepolisian kita telah melakukan kesalahan fatal,” kata dia.

Pihak berwenang Belgia dipermalukan setelah Turki pada hari Rabu lalu menyatakan bahwa Ankara telah mengusir balik El Bakraoui ke Eropa pada bulan Juli tahun lalu karena dia dianggap seorang militan. Bakraoui adalah salah seorang pelaku bom bunuh diri Selasa itu.

Pihak berwajib Belgia dan Belanda telah diingatkan oleh Turki bahwa Bakraoui adalah pejuang asing yang berusaha mencapai Suriah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL