iqraaBrisbane, LiputanIslam.com — Polisi Australia menyerbu kantor pusat budaya Islam (Islamic Center), di selatan kota Brisbane, Rabu (10/9). Dua orang ditangkap dalam aksi yang dilakukan sehari setelah inteligen Australia mengumumkan peningkatan ancaman terorisme.

Para pejabat mengatakan kedua orang yang berumur 21 dan 31 tahun itu ditangkap karena dugaan “terlibat dalam kegiatan perekrutan, fasilitasi dan pendanaan orang-orang untuk pergi ke Suriah guna melakukan aktifitas kekerasan”. Demikian laporan BBC News, Rabu (10/9).

Para saksi mata mengatakan bahwa polisi datang Rabu pagi dengan membawa tukang kunci sebelum memasuki tempat yang juga menjadi pusat penjualan buku, baju dan perhiatan itu. Australian Broadcasting Corporation melaporkan, polisi juga memasuki gimnasium yang berada di komplek iQraa Islamic Center itu.

Sebuah laporan menyebutkan bahwa pendiri komplek tersebut adalah saudara kandung dari Abu Asma al Australi, pelaku bom bunuh diri asal Australia pertama yang tewas di Suriah.

Namun seorang pegawai iQraa Islamic Center membantah adanya kaitan antara iQraa dengan terorisme. Ia menyebut aparat keamanan telah bertindak “paranoia” sehubungan dengan keamanan menjelang pertemuaj G20 yang akan digelar di Brisbane November mendatang.

Seorang pengunjung tempat itu juga mengatakan kepada AAP bahwa kedua orang yang ditangkap lahir dan hidup di Australia dan iQraa bukan tempat yang berbahaya.

Otoritas keamanan Australia pernah menyebutkan bahwa lebih dari 100 orang di Australia terlibat aktif dalam kegiatan yang mendukung kelompok-kelompok militan di Timur Tengah.

Sehari sebelumnya kepala Australian Security and Intelligence Organisation, David Irvine, mengumumkan pihaknya tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan status kewaspadaan ancaman terorisme.

Sejak tahun 2003 Australia ditetapkan berada dalam status keamanan “medium” yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya serangan teroris. Status berikutnya adalah “tinggi” yang berarti kemungkinan terjadinya serangan sangat tinggi.

Para pejabat Australia menyebutkan sekurangnya 60 warga Australia aktif terlibat dalam pertempuran di Suriah dan Irak bersama kelompok-kelompok militan. Dari jumlah itu, sebanyak 15 orang tewas, termasuk 2 pelaku pemboman bunuh diri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL