polisi indianaIndianapolis, LiputanIslam.com — Polisi menemukan 7 mayat diduga korban pembunuhan berantai di sebuah motel di kota Hammond, Indiana, Minggu (19/10). Sementara seorang tersangka telah mengakui sebagai pelaku pembunuhan berantai tersebut.

Darren Vann (43 tahun) mengaku telah menjerat leher seorang wanita hingga tewas, yang mayatnya ditemukan di sebuah Motel di kota Hammond, negara bagian Indiana. Selanjutnya ia menuntun para penyidik untuk menemukan 6 mayat lainnya. Demikian CNN melaporkan, Senin (20/10).

Mayat pertama adalah Afrikka Hardy (19 tahun), ditemukan di Motel 6 pada hari Jumat (17/10). Ia meninggal dengan meninggalkan tanda-tanda jeratan di lehernya.

Seorang pejabat polisi setempat menyebutkan bahwa korban yang diduga adalah seorang WTS itu bertemu dengan  Vann di motel tersebut. Polisi datang ke tempat tersebut setelah mendapat laporan dari seseorang tak dikenal yang mengaku melihat pembunuhan di tempat itu.

Para pejabat kepolisian setempat mengatakan kepada CNN bahwa Vann mengakui sebagai pelaku sejumlah pembunuhan dan memberikan informasi mengenai tempat jenasah korban-korbannya dibuang.

Namun penyidik masih belum mengungkap hubungan Vann dengan korban-korbannya.

Pada hari Senin (20/10) kepala polisik Hammond, John Doughty mengatakan kepada wartawan bahwa Vann telah mengakui bahwa kemungkinan ia telah melakukan pembunuhan berantai sejak 20 tahun lalu.

Doughty juga mengatakan bahwa ke-7 korban pembunuhan berantai itu adalah korban-korban terbaru.

Sementara pada hari yang sama Walikota Gary, di negara bagian yang sama, mengatakan kepada wartawan bahwa tersangka pernah dipenjara karena tindakan kejahatan seksual di negara bagian Texas tahun 2009.

Masih belum diketahui berapa lama Indiana, sejak kapan tersangka melakukan aksi-aksi kejahatannya, dan berapa jumlah korban serta lokasi pembuangan mayat-mayatnya.

Korban kedua yang ditemukan akhir pekan lalu teridentifikasi sebagai Anith Jones (35 tahun). Ia dilaporkan hilang sejak tanggal 8 Oktober lalu.

Polisi kini masih melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian jenasah-jenasah itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL