New York, LiputanIslam.com—Polisi AS menangkap sejumlah aktivis anti senjata nuklir di New York di tengah unjuk rasa melawan keputusan pemerintah AS untuk memboikot negosiasi perjanjian larangan senjata nuklir PBB.

Penangkapan itu dilakukan setelah para aktivis ini meneriakkan slogan anti nuklir dan menutup jalan masuk ke kantor PBB.

Para demonstran sempat duduk di depan pintu gedung PBB. Polisi memperingatkan bahwa mereka akan ditahan jika tidak meninggalkan tempat itu.

Para Maret lalu, Duta AS untuk PBb, Nikki Haley, mengumumkan bahwa AS, Inggris, dan Prancis memutuskan untuk tidak ikut dalam pembicaraan tentang larangan senjata nuklir di PBB.

PBB mengadopsi resolusi anti senjata nuklir pada bulan Desember lalu dan meminta semua negara anggota untuk berpartisipasi dalam perjanjian ini.

Total 113 negara menyatakan dukungan untuk resolusi ini, namun 35 negara, termasuk AS, Inggris, dan Prancis, menolak. Tiga belas negara lainnya abstain suara.

Berdasarkan pengumuman dari militer AS baru-baru ini, AS telah mengerahkan 806 senjata ICBM (rudal balistik antar benua), SLBM (rudal kapal selam), sejumlah bom berat, dan 1.722 hulu ledak nuklir.

Pentagon juga dilaporkan memiliki sejumlah MIRV–versi terbaru dari senjata nuklir antar benua yang dapat membawa sejumlah hulu ledak secara independen. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL