oposisi suriahLondon, LiputanIslam.com — Satuan polisi anti-terorisme Inggris mengambil alih penyidikan pembunuhan mantan imam dan tokoh oposisi Suriah yang ditemukan tewas hari Selasa (7/4).

Seperti dilaporkan BBC News, Kamis petang (9/4), Abdul Hadi Arwani ditemukan tewas di kursi belakang mobil Volkswagen Passat di utara London dengan luka-luka tembakan, Selasa pagi. Polisi anti-teror Inggris mengambil alih penyelidikan kasus ini di tengah spekulasi adanya motif politik dalam pembunuhan ini.

Mengutip keterangan seorang polisi yang tidak disebutkan identitasnya, situs MailOnline hari Rabu (8/4) menyebutkan bahwa pembunuhan itu terindikasi sebagai ‘pembunuhan yang dilakukan negara’.

Arwani yang lahir di Suriah dan belajar di Yordania dikenal sangat anti pemerintahan Bashar al Assad. Ia melarikan diri dari Suriah setelah diketahui terlibat dalam pemberontakan kelompok Ikhwanul Muslimin tahun 1982 di Hama, Suriah.

Keluarganya menyebutkannya sebagai pribadi yang lemah lembut dan santun.

Dalam sebuah pernyataan, kepolisin menyebutkan bahwa kasus tersebut diambil alih oleh satuan anti-teror karena mereka dianggap lebih berpengalaman dalam kasus yang melibatkan jaringan internasional.

“Penyelidikannya masih sangat dini dan para petugas masih memiliki berbagai kemungkinan motifnya,” kata polisi.

Chris Doyle, Direktur Council for British Arab Understanding mengatakan sangat kecil kemungkinannya pembunuhan itu didalangi oleh pemerintah Suriah, karena Arwani dianggap bukan figur yang penting dan bukan tokoh dalam gerakan oposisi Rusia yang aktif di Inggris saat ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL