korban talibanKabul, LiputanIslam.com — Polisi Taliban mengklaim telah menembak mati 2 orang anggota Taliban yang telah memotong jari orang-orang yang mengikuti pilpres hari Sabtu (14/6).

Korban pemotongan jari tersebut adalah sekelompok orang tua yang baru saja mengikuti pemungutan suara di Provinsi Heran, sebelah barat Afghanistan. Mereka teridentifikasi sebagai peserta pemilihan dari bekas tinta di jari mereka.

Namun meski Taliban telah mengancam untuk menggagalkan pemilihan umum, mereka menolak bertanggungjawab atas insiden pemotongan jari tersebut.

Komandan Taliban Mullah Shir Agha dan seorang anggotanya tewas setelah aparat polisi dan tentara menggelar operasi pencarian hari Minggu (15/6), demikian kata pejabat polisi kepada kantor berita BBC. Seorang anggota Taliban lainnya yang diyakini terlibat dalam insiden pemotongan jari juga telah ditahan.

Wakil PBB di Afghanistan Jan Kubis, mengutuk keras aksi biadab Taliban terhadap orang-orang tua tersebut sekaligus memuji orang-orang yang telah menggunakan hak pilihnya.

“Dengan suara mereka, mereka (korban) telah mengalahkan orang-orang yang mengkampanyekan teror dan kekeasan,” katanya.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL