Foto: Tribun

Foto: Tribun

Jakarta, LiputanIslam.com — Gawat, kepolisian menemukan boong, parang, hingga bom molotov di sejumlah tempat di Kampus UNAS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hingga kini penyidikan dan penegakan hukum terhadap temuan dan siapa pemilik barang-barang tersebut masih diselidiki.

Barang-barang yang tak layak berada di kampus itu ditemukan kala Polres Jakarta Selatan dan Polsek Pasar Minggu, melakukan penggeledahan di Kampus UNAS.

Awalnya, anggota reskrim yang menyamar mendapatkan informasi terkait adanya aktivitas mahasiswa yang tengah menggunakan narkoba jenis ganja.

Mengetahui hal tersebut, anggota Reskrim pun melakukan penelusuran hingga mendapatkan beberapa bungkus ganja kering siap konsumsi yang berada di dalam ruang senat mahasiswa.

Selain itu, ditemukan juga beberapa alat hisap sabu atau boong yang disembunyikan dalam salah satu lemari dalam ruang tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan berdasarkan penyelidikan sementara diduga UNAS selama lima tahun dikuasai oleh kelompok pengedar narkoba.

“Diindikasi lima tahun ini UNAS dikuasai pengedar narkoba. Ini dilihat dari temuan narkoba siap edar dan boong,” tegas Rikwanto, Kamis, 14 Agustus 2014 seperti dilansir Tribunnews.

Kemudian Rikwanto menambahkan kemungkinan pula malam hari UNAS sering digunakan untuk transaksi Narkoba, prostitusi dan lainnya.

Kampus Jadi Tempat Transaksi Narkoba?

Badan Narkotika Nasional menyatakan bahwa mahasiswa adalah sasaran empuk pengedar narkotika. Dari keterangan juru bicara BNN Sumirat Dwiyanto, salah satu lahan bagi para pengedar berdasarkan hasil penelitian BNN adalah mahasiswa di kampus.

”22 persen dari empat juta pengguna narkotika adalah pelajar dan mahasiswa, memang itu menjadi sasaran pengedar,” ujarnya.

Menurut Sumirat, BNN juga melakukan berbagai hal untuk pencegahan peredaran narkoba di kampus, antara lain membangun komunitas kader-kader atau satgas anti narkoba di lembaga pendidikan.

”Kita lakukan pembentukan satgas anti narkoba, sudah dilakukan beberapa kampus. Namun yang utama adalah peran kampus, kami sebagai lembaga pemerintah memiliki posisi yang bisa berkoordinasi dengan kampus yang memiliki ortoritas. Jadi peran rektor dan dosen mengantisipasi penyalahgunaan Narkoba di kampus sangat besar,” ujarnya. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL