pm yunaniAthena, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengancam lembaga-lembaga kreditor internasional untuk tidak mempermalukan negaranya. Ini terkait dengan kegagalan Yunani memenuhi kewajiban pembayaran cicilan hutangnya dan tengah berusaha mendapatkan tambahan dana pinjaman.

Alexis Tsipras mengatakan bahwa negosiasi antara Yunani dengan lembaga-lembaga kreditor kini berada pada ‘tahap kritis’ namun usulan yang diajukan para kreditor dianggap ‘tidak realistis’. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Sabtu (6/6).

Minggu ini Yunani gagal memenuhi kewajiban pembayaran cicilan hutang senilai 300 juta Euro kepada IMF dan Tsipras mendapat tekanan oposisi untuk menolak proposal para kreditor.

Tsipras menyebut proposal Uni Eropa-IMF sebagai ‘saat yang buruk bagi Eropa’ dan suatu ‘trik negosiasi yang buruk’.

Proposal Uni Eropa itu diberikan kepada Yunani saat Tsipras bertemu dengan ketua forum menteri keuangan Uni Eropa Jeroen Dijsselbloem, dan Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels minggu ini.

Tsipras menuduh Uni Eropa tengah ‘mencekik’ Yunani dan hal itu bertentangan dengan prinsip-prinsip pendirian Uni Eropa.

“Tujuan tiap kesepakatan adalah untuk mencari solusi dan bukan untuk mempermalukan seluruh rakyat suatu bangsa,” katanya.

Yunani yang mengalami krisis keuangan karena menejemen pemerintahan sebelumnya yang buruk kini harus menggantungkan dirinya pada bantuan lembaga-lembaga keuangan internasional. Tsipas dan partai pendukungnya, Syriza, berhasil memenangkan pemilihan umum dengan mengusung slogan penghentian kerjasama dengan lembaga-lembaga donor, namun realitas memaksanya untuk berkompromi dengan mereka.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL