jendral prayuthBangkok, LiputanIslam.com — Perdana Menteri pemerintahan militer Thailand, Jendral Prayuth Chan-ocha meminta ma’af setelah berkomentar “miring” tentang turis Inggris yang tewas dibunuh di Pulau Koh Tao baru-baru ini.

“Bisakah mereka aman dengan berbikini, kecuali mereka tidak cantik?”

Demikian komentar Prayuth hari Rabu (17/9) tentang turis Inggris yang tewas yang mengundang reaksi keras para pejabat Inggris yang menuntut klarifikasi. Komentar itu disampaikan Prayuth di hadapan para pejabat Thailand.

“Mereka (turis-turis) berfikir bahwa negara ini sangat indah dan aman sehingga merasa bisa berbikini dan berjalan kemana-mana,” tambahnya.

Merasa perkataannya membuat marah rakyat Inggris dan mengancam hubungan kedua negara, Prayuth pun segera meminta ma’af.

“Saya minta ma’af bahwa perkataan saya itu melukai orang-orang,” kata Prayuth dalam konperensi pers, Kamis (18/9), sebagaimana dilaporkan BBC News.

Jendral Prayuth adalah pemimpin kudeta militer yang terjadi bulan Mei lalu menyusul krisis politik berkepanjangan antara PM Yingluck Shinawatra dengan kelompok oposan. Bulan lalu Raja Bhumipol mengangkatnya sebagai perdana menteri.

Sementara itu polisi mengakui perburuan terhadap pelaku pembunuhan 2 turis Inggris tersebut masih membutuhkan usaha keras setelah penyelidikan DNA menunjukkan bahwa beberapa terduga yang telah ditahan ternyata bukan pelakunya.

Jenasah Hannah Witheridge (23 tahun) dan David Miller (24 tahun) ditemukan di pantai Pulau Koh Tao, Senin pagi (15/9) dalam kondisi luka parah dengan tubuh setengah telanjang. Sebuah cangkul yang diduga digunakan sebagai alat untuk membunuh keduanya, ditemukan tidak jauh dari jenasah keduanya.

Polisi telah menahan beberapa pekerja Burma yang berada di pulau tersebut, setelah bukti CCTV memperlihatkan seorang lelaki berwajah Asia sebagai orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan. Demikian juga 2 warga Inggris yang diketahui sebagai orang terakhir yang bersama korban, tidak terbukti sebagai pelaku pembunuhan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL