pemimpin taiwanTaipei, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Taiwan Jiang Yi-huah, mengundurkan diri dari jabatannya, Sabtu (29/11) menyusul kekalahan yang diderita partainya dalam pemilu lokal yang digelar hari itu.

Partai Kuomintang (KMT) kehilangan kekuasaannya di beberapa distrik di seluruh penjuri negeri, termasuk ibukota Taipei. Pemilu ini dianggap juga sebagai referendum atas kebijakan Taiwan terhadap Cina.

Para pendukung KMT umumnya menghendaki adanya hubungan lebih dekat dengan Cina yang selama ini menganggap Taiwan sebagai provinsi yang membangkang. Cina dan Taiwan telah terpecah sejak tahun 1949 ketika regim Kuomintang mengungsi ke Taiwan setelah kalah bersaing dalam perebutan kekuasaan di Cina melawan komunis.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Sabtu (29/11), Jiang mengatakan kepada wartawan dirinya mundur untuk menunjukkan tanggungjawab atas kekalahan partainya.

Lebih dari 18 juta tercatat sebagai pemilih untuk memilih di antara 20.000 kandidat untuk mengisi lebih dari 11.000 posisi.

Sebagian pemilih mengatakan jika KMT dibiarkan terus membina hubungan baik dengan Cina, dikhawatirkan Taiwan bakal tergantung sepenuhnya pada Cina. Mereka tidak percaya dengan dalih pemerintah.

Pendukung KMT, di sisi lain, sebaliknya beranggapan Taiwan membutuhkan hubugan yang lebih baik dari Cina. Mereka khawatir kemenangan oposisi Democratic Progressive Party (DPP) bisa mengakibatkan hubungan ekonomi Cina dan Taiwan memburuk.

DPP menginginkan kemerdekaan penuh Taiwan dari Cina, yang ditentang keras oleh Cina.

Pada tahu 2016 mendatang, Taiwan akan menggelar pemilihan legislatif dan presiden yang lebih penting dari pemilu hari Sabtu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL