spain primierMadrid, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menyerukan dialog untuk menyelesaikan masalah referendum di wilayah otonomi Katalonia.

“Disini di Spanyol, tidak seorang pun berada di atas hukum. Hukum datang terdahulu dan yang lainnya menyusul kemudian. Hukum bisa dirubah, dan tentu saja selalu berubah. Namun jika seseorang ingin mengubah hukum, maka seharusnya dilakukan sesuai dengan hukum itu sendiri. Jika tidak, maka seluruh sistem dan peraturan yang telah kita sepakati, akan hancur,” kata Rajoy di depan pertemuan Partai Rakyat di Guadalajara, Sabtu (4/10), sebagaimana dilaporkan RIA Novosti.

“Hukum dan dialog, itulah jalan keluar dari situasi ini,” tambahnya seraya mengingatkan bahwa para pemimpin wilayah otonomi Katalonia tidak bisa bertindakan sesukanya.

Pada hari yang sama Presiden wilayah Katalonia Artur Mas menggelar pertemuan dengan 800 walikota dan kepala daerah di Katalonia, yang mendukung referendum untuk menentukan pemisahan Katalonia dari Spanyol.

“Tentu saja ada beberapa keraguan dan kesulitan,” kata Mas tentang rencana referendum itu, dalam pertemuan itu.

“Namun kinilah saatnya untuk mengetahui kekuatan rakyat Katalonia untuk terus bergerak maju, meski mendapat tantangan dari negara (Spanyol),” tambahnya.

Beberapa waktu lalu Mas mengeluarkan dekrit untuk menyelenggarakan referendum Katalonia pada tanggal 9 November mendatang. Dalam referendum itu warga Katalonia akan mendapatkan 2 pertanyaan: apakah menginginkan Katalonia menjadi negara dan apakah negara itu berbentuk negara yang merdeka?

Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh Catalan Opinion Studies Center (CEO) hari Jumat (3/10) menyebutkan bahwa sebanyak 70,8 % warga Katalonia mendukung dilakukannya referendum.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL