perancis2Paris, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Perancis Manuel Valls mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Francois Hollande, menyusul terjadinya perselisihan pendapat tentang kebijakan ekonomi Perancis.

Sebagaimana laporan BBC News, Senin (25/8), Perancis dilanda keguncangan politik setelah Valls, pada hari Minggu (24/8), mengecam pernyataan menteri ekonomi Arnaud Montebourg tentang kebijakan pengetatan anggaran.

Valls menyebut Montebourg telah “melewati garis kuning” dengan pernyataannya yang mengecam kebijakan pengetatan (austerity) yang disebutnya telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Perancis melemah.

Dalam suatu pertemuan dengan para petinggi partai Sosialis, Montebourg mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk “melawan obsesi berlebihan kalangan konservatif Jerman” yang dianggapnya sebagai pendukung utama kebijakan pengetatan anggaran negara-negara Uni Eropa.

Setelah pengunduran diri itu, Hollande pun memerintahkan Valls untuk membentuk pemeritahan baru. Hal ini mengindikasikan bahwa Hollande tidak bisa mentolerir adanya perbedaan di dalam pemerintahan pada saat situasi ekonomi sedang sulit.

Namun keputusan itu dianggap juga sebagai tanda keseriusan masalah yang dihadapi pemerintahan Hollande.

Dengan tingkat pengangguran mencapai lebih dari 10%, dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan, kurang dari 20% warga Perancis yang masih percaya dengan kemampuan pemerintahan Hollande untuk mengatasai masalah. Demikian beberapa jajak pendapat mengindikasikan.

Pada hari Sabtu (23/8) Montebourg mengatakan kepada koran Le Monde bahwa Jerman telah terperangkap oleh kebijakan pengetatan yang telah diterapkan di sejumlah negara Eropa. Pandangan tersebut mendapat dukungan Menteri Pendidikan Benoit Hamon dan Menteri Budaya Aurelie Filippetti.

Manuel Valls diangkat sebagai Perdana Menteri pada Maret lalu setelah partai Sosialis pimpinan Hollande mengalami kemunduran dalam pemilu lokal.

Menanggapi kecaman Valls terhadapanya dan beberapa saat sebelum pengunduran diri Valls, Montebourg mengatakan kepada sebuah Radio Perancis, Europe 1 bahwa dirinya tidak pernah menyesal dengan pernyataannya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL