pm najib baruKualalumpur, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Malaysia menyebut musibah jatuhnya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina sebagai sesuatu yang “sangat mengguncangkan”. Ia juga menyebut musibah tersebut sebagai “hari yang tragis di tahun yang tragis bagi Malaysia”.

Sebagaimana dilaporkan oleh BBC, Jumat (18/7), Perdana Menteri Najib Razak menyebutkan bahwa rute penerbangan yang ditempuh pesawat Malaysia Airlines MH017 telah dinyatakan aman oleh otoritas penerbangan internasional International Civil Aviation Organisation (ICAO). Selain itu pesawat juga tidak melakukan pemanggilan darurat.

“Malaysia tidak bisa memastikan penyebab tragedi ini. Namun kami harus dan akan menemukan secara tepat apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat ini,” kata Najib dalam konperensi pers yang digelar di bandara internasional Kualalumpur, Jum’at (18/7).

“Jika benar pesawat ini ditembak jatuh, kami berkukuh bahwa pelakuknya harus dibawa ke pengadilan.”

Malaysia telah mengirim sebuah tim untuk turut melakukan penyelidikan di Ukraina.

Sebagaimana diketahui pesawat Malaysia Airlines jenis Boeing-777 dengan nomor penerbangan MH-017 dengan 285 penumpang dan awaknya jatuh di wilayah udara Donetsk, Ukraina timur, hari Kamis sore (17/7). Pesawat tengah dalam penerbangan dari Armsterdam Belanda menuju Kualalumpur. Hampir dipastikan seluruh penumpang dan awak pesawat tersebut tewas.

Dalam pernyataanya pihak Malaysia Airlines menyebutkan bahwa penumpang yang jatuh tersebut membawa 154 penumpang asal Belanda, 27 penumpang asal Australia, 43 asal Malaysia (termasuk 15 kru),  12 asal Indonesia dan 9 asal Inggris.

Beberapa penumpang lainnya berasal dari Jerman, Belgia, Filipina, dan Kanada. Selain itu masih ada 41 penumpang lainnya yang masih belum terkonfirmasi kewarganegaraannya.

Pesawat jatuh di Desa Grabovo di wilayah Donetsk yang tengah bergolak oleh aksi separatisme melawan pemerintah Ukraina.

Pejabat-pejabat Ukraina dan AS meyakini pesawat telah ditembak oleh rudal anti-pesawat. Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyebut penembakan pesawat tersebut sebagai “tindakan terorisme”.

Menlu Ukraina Pavlo Klimkin, melalui BBC menuduh kelompok separatis pro-Rusia telah menembak jatuh pesawat tersebut. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan Ukraina yang telah menggelar operasi militer di wilayah Ukraina timur.

“Negara yang memiliki wilayah udara dimana hal ini terjadi, bertanggungjawab atas kejadian ini,” kata Putin.

Tuduhan serupa disampaikan pemimpin separatis Alexander Borodai, yang menuduh Ukraina sebagai pihak yang telah menembak jatuh pesawat tersebut.

Para pengamat militer meyakini pesawat tersebut ditembak jatuh dengan menggunakan sistem persenjataan yang canggih dan tidak mungkin rudal portabel yang dimiliki kelompok separatis.

Beberapa hari terakhir kelompok separatis berhasil menembak pesawat-pesawat dan helikopter Ukraina yang terbang dalam ketinggian yang relatif rendah. Sedangkan Malaysia Airlines MH-017 terbang di ketinggian sekitar 10 km yang tidak terjangkau oleh rudal-rudal portabel atau jinjing.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL