justinOttawa, LiputanIslam.com–Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, baru-baru ini memberi pernyataan di Sidang Majelis Umum PBB tentang Suriah. Berikut isi penyataannya.

Kanada hari ini berdiri di depan Majelis Umum PBB untuk melindungi warga Suriah yang menderita dan membantu mencari solusi terhadap konflik yang melanda negara tersebut.

Dengan dukungan 70 negara anggota PBB lainnya, Kanada memberikan sebanyak mungkin tekanan diplomatis kepada Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan kebuntuan di Suriah.

Sebagai wakil dari pemerintah, Menteri Dion hari ini meminta pertempuran diberhentikan, penyediaan akses kemanusiaan tidak dihalang-halangi kepada korban konflik– termasuk anak-anak dan wanita– dan dimulainya kembali pembicaraan politik.

Saya sangat bangga misi kami di PBB, yang dipimpin oleh Ambassador Marc-André Blanchard, kini telah berhasil melindungi banyak korban di konflik tragis itu.

Saya mendorong negara lain untuk ikut membantu Suriah, [dan berharap] anggota PBB punya kewajiban kolektif untuk melindungi pihak-pihak tertindas di dunia ketika [negara] lain tidak bisa atau tidak mau.”

Trudeau Sengaja Melupakan Banyak Fakta?

Pengamat politik dan kolumnis, Mark Taliano, dalam komentarnya yang dimuat di globalresearch.ca, menyatakan bahwa banyak fakta yang sepertinya sengaja dilupakan Trudeau dalam pidatonya.

“Dia tidak mengatakan bahwa operasi penggulingan rezim yang ‘dijual’ melalui ‘intervensi kemanusiaan’ telah menghancurkan Libya dan membuat negara itu sebagai sarang teroris, termasuk ISIS. Dia tidak mengatakan bahwa Kanada telah berperan dalam mendukung para teroris dengan cara mendukung penggulingan rezim secara illegal, memberlakukan sanksi ilegal kepada Suriah, dengan mengebom atau mendukung pengeboman di Suriah, dengan mendukung semua teroris di Suriah, dengan mendukung ideologi Wahabi dan para donatur terorisme, serta dengan mendukung NATO yang mencoba menghancurkan Suriah,” tulis Taliano.

Selain itu, lanjut Taliano, Trudeau mengabaikan kenyataan bahwa sesungguhnya yang menghalangi bantuan kemanusiaan sampai kepada masyarakat sipil adalah para teroris. Di Aleppo selatan, selain menghalangi masuknya bantuan internasional, para teroris juga melarang warga sipil mengungsi ke Aleppo barat. Mereka menembaki siapa saja yang berupaya keluar wilayah Aleppo selatan. (Baca: Prahara Aleppo: Teroris Tak Izinkan Warga Mengungsi)

“Terus-terang saja, teks pidato yang dibaca oleh Perdana Menteri telah memperburuk kanker terorisme di Timur Tengah dan mendorong lebih jauh kejahatan perang di bawah slogan ‘tanggung jawab bersama’,” ujar Taliano. (fa)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL