kuil perang jepangTokyo, LiputanIslam.com — Pemerintah Jepang kembali melakukan langkah yang dianggap sebagai provokasi dengan memberikan dukungannya kepada penjahat Perang Dunia II yang telah menimbulkan trauma bagi rakyat negara-negara tetangganya yang menjadi korban kekejaman Jepang.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Rabu petang (27/8), PM Jepang Shinzo Abe mengirim surat sambutan untuk upacara penghormatan bagi para prajurit Jepang yang tewas dalam perang, di tengah hubungan yang tegang dengan Cina dan Korsel.

Dalam pesan yang dikirim itu, Abe memuji-muji para prajurit Jepang yang gugur yang telah “mengorbankan diri bagi pembentukan pondasi bangsa”.

Jubir pemerintah Jepang menyebut surat itu dikirim pada bulan April lalu dalam kapasitas “pribadi”.

Sebagaiman beberapa pendahulunya, Abe sering mendapat kecaman, terutama oleh Cina dan Korea Selatan karena secara terbuka memberikan penghormatan kepada para prajurit Jepang yang dalam pandangan negara-negara tetangga itu dianggap sebagai penjahat perang.

Media-media Jepang menyebutkan, surat Abe itu dikirimkan kepada pengurus kuil Budha Koyasan Okuno-in di Wakayama di barat Jepang. Di tempat ini dibangun sebuah monumen penghormatan bagi lebih dari 1.000 prajurit Jepang yang disebut “martir Showa”.

Monumen itu juga menjadi penghormatan bagi 14 penjahat perang “Kelas A”.

Abe pernah menyebutkan bahwa mereka yang dinyatakan sebagai penjahat perang dalam pengadilan yang dibentuk oleh sekutu paska perang, tidak dianggap sebagai penjahat perang oleh hukum Jepang.

Abe yang terpilih dalam pemilihan bulan Desember 2012, menuai protes keras dari Cina dan Korsel ketika mengunjungi kuil penjahat perang yang lebih besar di Yasukuni, Tokyo, tahun lalu.

Cina dan Korsel menganggap monumen dan kuil tersebut sebagai simbol militerisme Jepang yang melukai rakyat kedua negara yang menjadi korban pendudukan pasukan Jepang semasa Perang Dunia II.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL