Sumber: Presstv

Baghdad,LiputanIslam.com—Perdana Menteri Irak, Adil Abdul-Mahdi, menegaskan negaranya tak mau terlibat dengan sanksi yang dijatuhkan rezim AS terhadap Iran. Sikap pemerintah Irak ini disampaikan pada Kamis (9/5), saat melakukan pertemuan dengan utusan Inggris, Jerman, dan Prancis untuk Baghdad.

“Irak akan menjalin hubungan kerjasama dengan semua tetangga, negara-negara Arab, serta seluruh negara di kawasan dan dunia, termasuk Amerika dan Iran,” ucap Abdul-Mahdi.

Al-Mahdi menilai Irak memiliki peranan yang penting untuk menegakkan stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah dan di seluruh dunia. Atas dasar itu, menurutnya, Irak akan mengambil sikap “tengah” terkait sanksi AS terhadap Iran.

Menurut Al-Mahdi, sikap politik Irak ini didasarkan atas pilar kebijakan “garis tengah”.

Tak hanya Al-Mahdi, Ketua Gerakan Iraq National Wisdom, Ammar al-Hakim, pun menyampaikan kepada asisten Sekneg AS, David Satterfield bahwa negara Arab tidak akan menjadi basis agresi melawan negara-negara Arab lainnya.

“Saat ini Irak tengah berupaya menciptakan stabilitas di kawasan dan membuat keputusan politik internasional yang independent. Atas dasar itu, Irak tidak akan mengijinkan wilayah teritorialnya digunakan untuk melakukan agresi terhadap negara-negara lainnya,” tegas Al-Hakim. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*