pm bangladesh hasinaDhaka, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina membuat pernyataan kurang simpatik kepada para pengungsi asal negaranya yang berusaha mencari penghidupan lebih baik di negara asing, dan kini menjadi sorotan internasional karena nasibnya yang mengenaskan.

Seperti dilansir BBC News, Minggu petang (24/5), Sheikh Hasina menyebut para pengungsi itu sebagai orang-orang ‘sakit mental’ yang ‘mempermalukan bangsa’ dan harus dihukum.

“Mereka mempermalukan wajah negara ini di mata internasional,” katanya sembari berdalih bahwa di negaranya tersedia cukup banyak pekerjaan, namun para pengungsi itu memilih membahayakan diri dengan menjadi pengungsi.

“Ada cukup banyak pekerjaan untuk mereka, namun mereka masih meninggalkan negara ini dengan cara yang berbahaya,” tambah Hasina.

Lebih jauh ia menyebut mereka harus dihukum karena tindakan mereka itu, bersama orang-orang yang mengatur kepergian mereka.

Ribuan pengungsi Bangladesh dan orang-orang Rohingya Myanmar terkatung-katung di lautan atau terdampar di sejumlah negara Asia Tenggara dalam sebulan terakhir.

Pada tahun 2012 sebuah tuntutan telah diajukan ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda atas Hasina karena penolakannya terhadap para pengungsi Rohingya yang mengungsi dari Myanmar. Sementara itu Hasina sendiri terus disibukkan dengan pertikaian tiada henti dengan lawan-lawan politiknya, terutama dengan mantan perdana menteri Khaleda Zia.

Pada hari Minggu (24/5) otoritas Malaysia menemukan sejumlah kuburan massal yang diduga berisi mayat para imigran ilegal asal Bangladesh dan Rohingya. Ini menyusul penemuan kuburan massal sejenis di Thailand dekat perbatasan Malaysia bulan lalu yang menghebohkan.

Indonesia dan Malaysia telah setuju untuk menerima para pengungsi dengan menempatkannya sementara di penampungan, sementara Thailand berjanji untuk tidak menolak para pengungsi.

Dalam pernyataannya seperti dilaporkan media Malaysia ‘Star’, hari Minggu, Mendagri Malaysia Zahid Hamidi mengatakan bahwa sejumlah kuburan ditemukan di 17 kamp pengungsi yang telah kosong di dekat Padang Besar dan Wang Kelian, dekat dengan perbatasan Thailand. Namun ia tidak menyebutkan berapa banyak mayat yang ditemukan di sana.

Ini adalah penemuan perama kuburan imigran ilegal di Malaysia.

Sementara itu dalam penyelidikannya, wartawan BBC Jonathan Head melaporkan bahwa tindakan perdagangan manusia di Thailand dilakukan dengan dukungan seluruh masyarakat. Para pedagang imigran itu ‘membeli’ para imigran dari para penyelundup. Selanjutnya mereka menampung para imigran itu di penampungan-penampungan ilegal di dekat perbatasan Malaysia sembari menunggu uang tebusan dari keluarga pengungsi.

Mereka yang sanggup membayarlah yang diberangkatkan, sementara yang tidak dibiarkan kelaparan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL