abbottCanberra, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Australia Tony Abbott menolak untuk mundur dari jabatannya meski popularitasnya dianggap telah merosot jauh.

Dalam sebuah konperensi pers di Canberra, Senin (2/1), Abbot mengakui mengalami masa-masa sulit dalam beberapa bulan terakhir. Ia juga mengakui telah menghentikan kebijakan “tunjangan keluarga” yang cukup populer.

Baru-baru ini Abbott juga dikritik karena telah menganugerahkan penghargaan “ksatria” kepada Pangeran Philip suami Ratu Inggris Elizabeth. Selain itu partainya juga mengalami kekalahan dalam beberapa pemilu negara bagian. Demikian BBC News melaporkan, Senin (2/1).

Kepada wartawan, Abbott menyebutkan dirinya adalah orang yang paling pantas pada saat ini untuk memimpin Australia. Di sisi lain ia mengejek partai oposisi terbesar, Partai Buruh sebagai partai “chaos”.

“Rakyat Australia menolak chaos,” kata Abbott tentang Partai Buruh yang dikalahkannya pada tahun 2013.

Menlu Julie Bishop dan Menteri Komunikasi Malcolm Turnbull telah disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Abbott, meski keduanya secara terbuka menyatakan dukungan kepada Abbott.

Tentang “tunjangan keluarga”, Abbott mengatakan bahwa Australia tidak lagi sanggup menjalankan program ini karena kesulitan keuangan.

“Saya menghargai ibu-ibu yang membesarkan anak-anaknya di rumah,” katanya ketika menyatakan penghentian program itu.

Pada awalnya program ini memberikan para ibu-ibu rumah tangga tunjangan sebesar setengah dari upah tahunan minimal nasional atau setengah upah tahunan gaji pegawai wanita.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL