tony_abbott_agenda_boomerang_aboriginalsMelbourne, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Australia Tony Abbott berjanji akan berjuang keras untuk memberikan pengakuan secara konstitusional bagi warga asli Australia dengan menggelar referendum pada tahun 2017.

Namun Abbott mengaku tidak akan terburu-buru dengan ide itu hingga cukup yakin referendum itu akan sukses. Untuk berhasil, referendum harus didukung oleh mayoritas warga Australia. Demikian BBC News melaporkan, Jumat (12/12).

Saat ini konstitusi Australia tidak mengakui warga asli Aborigin serta penduduk asli Torres Strait sebagai warga pertama Australia. Hal ini berbeda dengan negara-negara lain yang dibentuk oleh orang-orang Eropa seperti Kanada dan Selandia Baru yang mengakui penduduk asli sebagai warga negara,

Selama beberapa tahun terakhir muncul pemikiran untuk memberikan pengakuan melalui pembukaan konstitusi, dan tentang perubahan batang tubuh konstitusi dengan memasukkan pasal baru yang melarang diskriminasi rasial.

Penduduk asli Aborigin berjumlah sekitar 2,5% dari seluruh warga Australia yang berjumlah 24 juta jiwa. Selama bergenerasi-generasi, diskriminasi telah meminggirkan mereka menjadi warga kelas dua yang miskin dan berpendidikan rendah.

Berbicara di Sydney, Kamis (11/12), Abbott mengatakan baha ia berharap referendum itu akan digelar pada bulan Mei 2017 pada ulang tahun ke 50 referendum amandemen konstitusi terkait dengan penduduk asli Australia.

“Itu akan manjadi simbol penuh arti atas konstitusi kita yang menyeluruh,” katanya.

“Namun saya tidak ingin hal ini mengalami kegagalan karena semua warga Australia akan menjadi pecundang. Lebih baik melakukannya dengan benar daripada tergesa-gesa melaksanakannya,” tambah Abbott.

“Saya siap untuk berjuang keras untuk ini,” katanya lagi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL