tony-abbottCanberra, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Australia Tony Abbott membatalkan kunjungannya ke Bali yang dijadwalkan akan digelar pada pekan mendatang. Namun anehnya, PM Abbott tidak menjelaskan dengan detail alasan pembatalan tersebut.

“Perdana Menteri berharap untuk bisa hadir dalam konferensi Open Government Partnership di Bali, pekan depan, dalam kunjungan Yang Mulia Presiden Yudhoyono. Perdana Menteri sangat berterima kasih atas undangannya,” ujar juru bicara PM Abbott kepada kantor berita AFP, Sabtu (3/5).

“Namun sayangnya, Perdana Menteri tidak bisa menghadirinya saat ini dan dia berharap untuk berkunjung ke Indonesia untuk bertemu dengan presiden pada waktu yang nyaman,” imbuhnya.

Jika jadi dilakukan, maka kunjungan Abbott tersebut akan menjadi yang pertama kali pasca insiden penyadapan yang sempat menambah ketegangan hubungan kedua negara bertetangga ini. Ketegangan kedua negara semakin menjadi dengan adanya persoalan kapal pencari suaka yang tak kunjung berakhir.

Tidak disebutkannya alasan pembatalan tersebut kepada publik, membuat penasaran media Australia serta oposisi setempat.

Menurut media Australia, Australian Broadcasting Corporation (ABC), kunjungan PM Abbott ke Bali dibatalkan karena adanya kapal pencari suaka yang dicegat di perairan antara Indonesia-Australia di bawah kebijakan ‘Operation Sovereign Borders’, yakni kapal-kapal pencari suaka yang hendak ke Australia, diusir ke wilayah Indonesia.

Mengutip seorang sumber pemerintahan Australia, ABC menyebut adanya ketakutan bahwa misi tersebut akan memalukan di hadapan Presiden Yudhoyono jika PM Abbot tetap melakukan kunjungan. Sumber tersebut enggan menjelaskan lebih detail mengenai insiden tersebut dengan alasan keamanan.

Sementara itu, kelompok oposisi Australia, yakni Green Party dan Partai Buruh mendesak PM Abbott untuk mengungkapkan alasannya membatalkan kunjungan ke Indonesia. Kelompok oposisi menuding PM Abbott sengaja mempeburuk hubungan dengan Indonesia jika tetap tak mengungkapkan alasannya.

“Sangat ironis jika undangan ke Indonesia untuk menghadiri konferensi pemerintahan terbuka dan Perdana Menteri kita bahkan tidak mau memberi tahu kenapa alasannya menolak undangan tersebut pada saat-saat terakhir,” ucap juru bicara urusan luar negeri Partai Buruh, Tanya Pilbersek.

“Sangat penting bagi Perdana Menteri untuk mengungkapkan alasan mengapa dia tidak akan datang, karena publik Australia berhak tahu mengapa dia meletakkan hubungan dengan negara tetangga yang sangat penting,” imbuhnya.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL