Perdana Menteri Sudan, Abdalla Hamdok. Suber: Memo

Khartoum,LiputanIslam.com—Perdana Menteri Sudan, Abdalla Hamdok, mengumumkan buruknya akibat yang ditimbulkan jika negaranya masih terdaftar sebagai negara pendukung terorisme. Saat berbicara di depan forum ekonomi Sudan pada Kamis (3/10) kemarin, pimpinan Sudan itu menyebutkan resiko mengerikan jika AS tidak segera mencabut daftar itu. .

Ia berpendapat, pelabelan terorisme dan sanksi yang dijatuhkan ke Sudan akan berdampak besar terutama bagi sektor investasi di negara itu. Bahkan, jelasnya, keadaan Sudan akan lebih buruk dari Libya, Suriah, atau Yaman jika sanksi itu masih terus berlaku.

Hamdok, tokoh yang memimpin pemerintahan transisi di Sudan, memperingatkan saat ini Sudan sedang berada di persimpangan jalan. Menurutnya, daftar teroris harus dihapus bersama dengan berakhirnya rezim lama di Sudan.

“Kita telah bicara dengan semua orang, administrasi Amerika, dimana pun, dan kepada teman-teman di Eropa dan di kawasan, serta meminta pertolongan mereka terkait masalah ini,” ucapnya.

Baca: Lima Demonstran di Sudan Mati di Tangan Penembak Jitu

Saat ini, pemerintah Sudan tengah berusaha menghentikan kekerasan, memperbaiki ekonomi dan pemerintahan, termasuk perbaikan di sektor publik dan keamanan. (fd/Memo)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*