Yerusalem, LiputanIslam.com—Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengecam sikap diam pemerintah AS terkait rencana Israel untuk membangun pemukiman baru di Tepi Barat.

Sejken PLO, Saeb Erekat, mempertanyakan sikap Gedung Putih yang menolak berkomentar tentang ekspansi pemukiman tersebut, dan meminta Donald Trump mengklarifikasi keberpihakannya.

“Kita biasa mendengar kecaman, kita terbiasa mendengar Amerika mengatakan ‘Israel harus menghentikan aktivitas pembangunan pemukiman, ini adalah penghalang menuju perdamaian,’” kata Erekat.

“Tidak memberikan komentar, bukankah berarti Presiden Trump mendukung aktivitas pemukiman? Kami meminta jawaban dari pemerintah Amerika,” tegasnya.

Pada Selasa lalu, Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu dan Menteri Hubungan Militer, Avigdor Liberman, mengumumkan penyetujuan pembangunan 2.500 unit rumah di Tepi Barat. Pengumuman ini datang setelah pengeluaran izin lain untuk rencana pembangunan 566 unit perumahan di Yerusalem pada minggu lalu.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer, menolak mengambil sikap atas isu ini.

“Israel masih menjadi sekutu besar Amerika Serikat. Dia (Trump) ingin lebih dekat dengn Israel dan meyakinkan negara tersebut mendapat kehormatan penuh di timur Tengah,” kata Spicer.

“Kami akan berbicara lebih lanjut dengan Perdana Menteri Israel.” tukasnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL