Tepi Barat, LiputanIslam.com–Palestina memuji keputusan berani Paraguay untuk memindahkan kedubes mereka dari Yerusalem al-Quds kembali ke Tel Aviv.

Pemerintah Palestina pun menyatakan akan segera membuka kedubes mereka di negara Amerika Latin itu, setelah rezim Israel menutup kedubes di sana karena geram.

Dalam sebuah pengumuman kejutan pada Rabu (5/9/18) kemarin, menlu Paraguay Luis Alberto Castiglioni menyatakan bahwa negaranya telah membatalkan keputusan untuk merelokasi kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Paraguay merupakan satu dari dua negara selain Guatemala yang mengikuti jejak AS dalam pemindahan kedubes ke Yerusalem.

Keputusan pemindahan ke Yerusalem ini diambil sejak tiga bulan lalu di bawah pemerintahan Paraguay tanpa konsultasi dengan mantan presiden Mario Abdo.

Abdo sendiri mengklaim keputusan kontroversial itu tidak didukung oleh alasan legal.

Kini, Palestina pun menyebut keputusan terbaru Paraguay ini sebuah “pencapaian diplomatik” berkat upaya lobby dari para pejabat mereka, terutama oleh menlu Palestina Riyad al-Maliki.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas merayakan langkah berani Paraguay  yang ia sebut akan menjadi kemunduran momentum bagi Israel dan AS dalam agenda upaya perdamaian Timur Tengah mereka.

“Langkah berani oleh pemerintah Paraguay ini adalah contoh bagi semua negara yang menghadapi keserakahan Israel…,” tegasnya. Ia juga menyebut langkah ini adalah “hasil dari upaya diplomatik Palestina yang bijak dan kuat untuk menjelaskan bahaya memindahkan kedubes ke Yerusalem [al-Quds].” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*