muz.siKiev, LiputanIslam.com — Pepatah “jangan bermain api” benar-benar tepat diberikan kepada pimpinan kelompok ekstremis Ukraina, Aleksandr Muzychko. Namun sayangnya Muzychko belum sempat melakukan perubahan sikap sebelum akhirnya tewas tertembak.

Muzychko, atau dikenal dengan julukan Sashko Bilyi, dikabarkana tewas ditembak oleh orang-orang tak dikenal kota Rovno, barat Ukraina. Demikian laporan media-media lokal, hari ini (25/3).

Anggota parlemen Ukraina, Aleksandr Doniy, adalah salah satu sumber yang menyebutkan kematian tokoh kelompok Right Sector tersebut.

“Mobilnya dihentikan oleh 2 mobil lainnya. Ia diseret keluar dan dibawa ke dalam salah satu mobil tersebut. Kemudian ia didorong ke tanah dengan tangan terikat di punggungnya dan ia menerima 2 tembakan di jantungnya,” tulis Doniy di akun Facebook-nya.

Namun ada beberapa laporan lain yang menyebutkan kematian Muzychko. Satu situs berita lokal di Rovno, VSE,  malaporkan bahwa ia ditembak oleh orang tak dikenal di sebuah kafe. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa beberapa selongsong peluru telah ditemukan di kafe yang kini telah dipagari dengan pita polisi yang kini melakukan olah TKP.

Seorang aktifis Right Sector, Yaroslav Granitny mengatakan kepada situs uapress.info bahwa ia telah melihat mayat yang diyakininya sebagai mayat Muzychko. Ia menambahkan bahwa selain Muzychko, 3 orang aktifis Right Sector dan 2 orang lainnya telah diculik oleh para penembak Muzychko.

Muzychko sendiri sebenarnya telah menyadari “risiko” dari permainan yang telah dimainkananya sebagai tokoh gerakan radikal. Dalam satu pesan yang disampaikan melalui YouTube beberapa waktu lalu, ia mengatakan bahwa “Kejaksaan Agung dan Kemendagri Ukraina telah memutuskan untuk membunuh saya atau menangkap saya dan menyerahkannya kepada Rusia dan kemudian menuduhnya sebagai tindakan inteligen Rusia.”

Muzychko terkenal dengan berbagai aksi radikal yang dilakukannya selama aksi-aksi demonstrasi penggulingan Presiden Victor Yanukovych dan setelahnya. Di antaranya adalah aksi-aksi penyerangan terhadap para pejabat pusat dan daerah yang dianggap sebagai pendukung Yanukovych. Ia juga menolak menyerahkan senjatanya sebagaimana diperintahkan otoritas keamanan baru Ukraina.

Komisi Penyidik Rusia telah melakukan penyidikan atas kejahatan-kejahatan Muzychko sejak awal bulan ini. Ia dituduh terlibat dalam pembunuhan 20 prajurit Rusia dalam perang di Chechnya saat ia dan kelompok-kelompok ultranasioanalis Ukraina membantu kelompok-kelompok militan Chechnya memberontak terhadap Rusia tahun 1994 dan 1998.

Di antara aksi-aksi Aleksandr Muzychko yang menjadi perhatian adalah tindakannya menyerang pejabat lokal Ukraina dengan senjata AK-47. Meski dianggap berjasa besar dalam penggulingan Victor Yanukovich, ia dan kelompoknya kini dianggap sebagai duri dalam daging rezim Ukraina, karena aksi-aksinya.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL