pimpinan right sectorKiev, LiputanIslam.com — Pimpinan kelompok neo-Nazi Right Sector, Dmitry Yarosh, diangkat sebagai penasihat panglima militer Ukraina. Prospek perdamaian di Ukraina pun tampak semakin sulit setelah ia menyetujui untuk melegalisir ribuan anggotanya sebagai pasukan penyerang di bawah militer resmi.

“Kolonel Jendral Viktor Muzhenko, kepala staff (panglima) militer dan Dmytro Yarosh setuju dengan format kerjasama antara Right Sector dan Angkatan Perang Ukraina,” pernyataan Kemenhan Ukraina seperti dilansir Russia Today, Senin (6/4).

Penunjukan tersebut tercapai setelah melalui perundingan intensif antara militer Ukraina dengan kelompok Right Sector. Sebelumnya sering terjadi perselisihan antara kedua pasukan perihal jalannya pertempuran melawan kelompok separatis Ukraina timur dengan Right Sector menganggap pasukan militer reguler kurang profesional, sementara militer reguler menganggap Right Sector mengganggu komando perang dan berusaha membubarkannya.

Dengan kesepakatan itu Right Sector setuju untuk berada di bawah komando militer reguler tanpa harus dibubarkan.

“Kami siap untuk melakukan tugas militer bersama militer dan siap mematuhi kepemimpinan militer dalam hal pertahanan nasional menghadapi musuh-musuh luar,” kata Yarosh usai penunjukan dirinya.

Yarosh dan pasukan Right Sector-nya memainkan peran penting dalam aksi-aksi penggulingan presiden terpilih Victor Yanukovych tahun lalu. Namun tindakan-tindakannya yang sangat keras menjadikannya sebagai ‘musuh masyarakat’ hingga masuk ke dalam daftar pencarian Interpol atas tuduhan tindakan terorisme.

Kelompok Right Sector sendiri telah dilarang di Rusia, namun diakui legalitasnya di Ukraina. Yarosh bahkan terpilih menjadi anggota parlemen. Yarosh secara terang-terangan menolak perjanjian gencatan senjata dengan separatis Ukraina timur yang telah ditandatangani Ukraina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL