ukraine rebelKiev, LiputanIslam.com — Pemerintah Ukraina dan kelompok pemberontak di wilayah Donbass (Donetsk dan Luhansk) sepakat untuk menarik persenjataan berat dari garis depan pertempuran. Demikian pernyataan Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa (OSCE).

“Teks kesepakatannya tengah dalam pembahasan, sebuah kesepakatan telah diraih bagi penarikan tank-tank dan persenjataan berat berkaliber hingga 100 mm,” kata Ketua OSCE Ivica Dacic, Selasa (21/7), seperti dilansir Press TV.

Pernyataan itu dibuat setelah dilakukannya pertemuan tiga pihak ‘Contact Group on Ukraine’ yang terdiri dari wakil-wakil pemerintah Ukraina, Rusia dan pemberontak, di bawah pengawasan OSCE di ibukota Belarusia, Minsk.

Ukraina dan pemberontak pada bulan Februari lalu sebenarnya telah sepakat untuk menarik persenjataan berat dalam perundingan di Minsk. Namun ternyata kedua pihak saling tidak menghargai kesepatan itu.

Di sisi lain, Dacic juga mengatakan bahwa perundingan sejauh ini gagal menyepakatan hal-hal yang terkait dengan penyelenggaraan pemilihan umum di wilayah konflik.

“Pemilihan lokal menjadi pembicaraan penting bagi tercapainya stabilitas dan normalisasi situasi, namun kami tidak berhasil meraih hasil yang signifikan atas isyu ini,” tambahnya.

Ia menyebut bahwa masalah kemanusiaan dan ekonomi jauh lebih penting dari pemilihan umum.

Konflik Ukraina terjadi setelah wilayah Donbass yang didominasi warga keturunan Rusia melepaskan diri dari Ukraina. Hal ini dijawab Ukraina dengan menggelar operasi militer besar-besaran pada bulan April 2014. Sampai saat ini lebih dari 6.500 orang tewas selama konflik.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL