netanyahu congressWashington DC, LiputanIslam.com — PM Israel Benjamin Netanyahu dan para politisi partai Republik yang mengundangnya untuk berpidato di depan Congress AS, Selasa (3/3), sengaja melecehkan Presiden AS Barack Obama. Demikian pernyataan seorang analis politik sebagaimana dilansir Press TV.

Ian Williams dari lembaga kajian Foreign Policy in Focus yang berbasis di AS, mengatakan kepada kantor berita Iran tersebut bahwa pidato Netanyahu tersebut ‘pelecehan sepenuhnya terhadap Obama dan Netanyahu mengetahui hal itu’.

Sebelum pidato tersebut, Netanyahu mengklaim hal itu tidak dimaksudkan untuk melecehkan Obama dan pemerintah AS. Namun, menurut Ian, Netanyahu telah mengabaikan kewajiban moral untuk tidak mengganggu proses perundingan nuklir antara Iran dan negara-negara besar.

Presiden Obama sendiri bersama jajaran pemerintahannya, telah memboikot pidato Netanyahu itu.

“Para politisi partai Republik yang telah mengundangnya (Netanyahu) telah bermaksud untuk tidak menghormati Obama,” kata Ian Williams.

“Netanyahu telah mengintervensi urusan domestik dan luar negeri AS sembari mengganggu presiden terpilih AS,” tambahnya.

Menurut Ian, yang dilakukan Netanyahu dan para politisi Partai Republik telah mengecewakan sebagian besar politisi dan warga AS, termasuk mereka yang pro-Israel, dan berbalik bersimpati kepada Obama. Hal ini dianggap justru memberikan kesempatan lebih luas bagi Obama untuk mendapatkan kesepakatan dengan Iran.

Seperti diperkirakan, pidato Netanyahu di depan Congress hari Selasa (3/3), dipenuhi dengan retorika perang terhadap Iran. Menurut Netanyahu perundingan dengan Iran dan bukannya memeranginya, hanya akan membuka pintu bagi Iran untuk membuat bom nuklir daripada mencegahnya. Netanyahu kembali menuduh Iran sebagai ‘ancaman bagi dunia’.

Terkait pidato itu Presiden Obama mengatakan kepada wartawn bahwa dirinya ‘tidak melihat hal baru’ dari Netanyahu.

“Pada isu utama, yaitu tentang bagaimana mencegah Iran untuk mendapatkan senjata nuklir, Netanyahu tidak menawarkan alternatif sama sekali,” kata Obama.

Perundingan Nuklir Iran

Iran dan negara-negara P5+1 (AS, Perancis, Inggris, Cina, Rusia dan Jerman) tengah berusaha keras mengatasi perbedaan pandangan tentang program nuklir Iran setelah pada perundingan-perundingan sebelumnya telah tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perbedaan tersebut secara serius dan sistematis.

Putaran terakhir perundingan tersebut tengah berlangsung kemarin (3/3) di Montreux, Swiss, dengan dihadiri Menlu Iran dan Menlu AS serta para pejabat tinggi kedua negara.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dan Menlu AS John Kerry duduk bersama 2 hari berturut-turut bersama Ketua Badan Energi Atom Iran (AEOI) Ali Akbar Salehi, Menteri Energi AS Ernest Moniz, Deputi Menlu AS Helga Schmid. Kemudian pada Selasa petang (3/3) Wakil Menlu Iran Abbas Araqchi dan Majid Takht-e Ravanchi bertemu dengan Under-Secretary of State Wendy Sherman dan Deputi Menlu Helga Schmid. Perundingan akan dilanjutkan lagi hari Rabu (4/3). Demikian Press TV melaporkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*